Kesehatan

Halo Dokter, Resiko Diabetes Melitus Pada Anak

Halo Dokter, diabetes melitus ternyata bisa menyerang anak pada usia muda. Lantas seperti apa resiko anak-anak yang terserang diabetes melitus.

Editor: Hanif Mustafa
Pixabay
Halo Dokter, resiko diabetes melitus yang ternyata bisa menyerang anak pada usia muda. 

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Penuaan Dini

Tapi kalau kariesnya sudah parah dan sudah menjurus ke lubang gigi, dokter akan melakukan penambalan.

Namun daripada ditangani, lebih baik dicegah karies giginya.

Caranya dengan rajin menyikat gigi setiap hari. Terutama saat selesai sarapan dan malam hari sebelum tidur.

Cara menyikat gigi juga harus benar yakni dengan cara diputar. 

Kemudian setiap habis makan atau minum yang dingin, tidak perlu langsung menyikat gigi. Tapi segera berkumur dengan air dingin atau air hangat.

Untuk anak-anak kalau giginya masih satu atau dua dan belum MPASI, orangtua bisa membantu menyikat gigi anak.

Caranya orang tua menggulung tangan dengan kasa steril, lalu mencelupkannya kedalam air hangat, kemudian sikat gigi anak. 

"Kalau anaknya sudah MPASI bisa menggunakan odol. Saat ini sudah banyak odol yang aman untuk anak-anak yang dijual di pasaran. Kalau anak sudah di atas usia 2 tahun bisa diajari berkumur," ujar drg Aprilia.

Gigi Sensitif

Simak berikut ini permasalahan gigi yang kerap dialami setiap orang yakni gigi sensitif.

Tentu gigi sensitif membuat tidak nyaman, karena gigi akan terasa ngilu saat makan makanan manis atau dingin.

Owner Happy Denta drg Aprilia Denta mengatakan, penyebab gigi sensitif karena lubang kecil yang terdapat pada gigi.

Kalau lubangnya besar yang terjadi bukannya gigi sensitif, tapi giginya terasa sakit.

Penyebab lain adalah karena terjadinya penurunan gusi yang mengakibatkan email gigi terkikis dan akar gigi keluar.

Penurunan gusi ini paling sering terjadi pada orang-orang yang berusia 40 tahun ke atas.

Tapi ada juga orang-orang yang masih berusia di bawah 40 tahun sudah mengalami penurunan gusi karena sikat giginya lurus dan ditekan.

Padahal seharusnya sikat gigi yang benar diputar.

Selain itu, gigi sensitif juga bisa disebabkan oleh gingivitis gravidarum yang biasanya terjadi pada ibu hamil karena faktor hormonal, walaupun gigi ibu hamil itu sehat dan tidak ada plak.

Satu lagi penyebab gigi sensitif adalah kebiasaan menggretak gigi, yang bisa membuat email gigi terkikis.

Menggeretak gigi biasanya dilakukan orang secara tidak sadar pada saat tidur.

Saat mengalami gigi sensitif, yang harus dilakukan adalah mengganti pasta gigi khusus untuk gigi sensitif.

Jika setelah menggunakan pasta gigi ini ternyata gigi masih sensitif, segera ke dokter gigi.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Hollywood Peel dan Apa Fungsinya untuk Kulit

"Tujuannya ke dokter gigi untuk melihat apa yang menjadi penyebab gigi sensitif, sehingga penyebab itu bisa segera diatasi. Misal penyebabnya adalah gigi berlubang, maka gigi berlubangnya harus ditambal," kata drg Aprilia, Minggu (3/10/2021). ( Tribunlampung.co.id / Jelita Dini Kinanti )

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved