Bandar Lampung

Mayoritas Kamar Hotel di Lampung Diisi Kalangan Pemerintahan dan Pelaku Perjalanan Bisnis 

Tingkat hunian hotel berbintang atau occupancy rate  di Bandar Lampung sepanjang bulan November masih cukup menggembirakan.

Penulis: sulis setia markhamah | Editor: soni
Mayoritas Kamar Hotel di Lampung Diisi Kalangan Pemerintahan dan Pelaku Perjalanan Bisnis 
net
kamar hotel ilustrasi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Tingkat hunian hotel berbintang atau occupancy rate  di Bandar Lampung sepanjang bulan November masih cukup menggembirakan.

Salah satunya di hotel bintang empat Radisson Lampung Kedaton. Director of Sales Marketing Hotel Radisson Lampung Kedaton Liza Anggraini mengatakan, di November 2021 tingkat hunian hotel mencapai 71 persen dengan angka 107-120 kamar per hari dari total 184 kamar yang dijual.

Keterisian kamar didominasi tamu dari kalangan corporate, pemerintahan, dan perseorangan untuk perjalanan bisnis.

Namun begitu, di kondisi Desember pihaknya belum bisa memprediksi karena situasinya bakal masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Baca juga: Emersia Hotel & Resort Siap Sambut Tamu dengan Prokes Ketat

"Adapun untuk bookingan Desember awal masih di angka 50 persen dan mengalami stagnan permintaan kamar sejak diumumkannya PPKM level 3 untuk seluruh Indonesia dalam mengantisipasi lonjakan Covid-19 pada masa Nataru (Natal dan tahun baru," ungkap dia kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (28/11/2021).

Mengenai bookingan kamar hotel di awal pekan pertama dan kedua Desember juga tamunya berasal dari kalangan corporate, pemerintahan dan perseorangan.

Sejak November hingga dua pekan awal Desember, tamu kebanyakan menginap selama tiga hari dua malam atau ada yang bahkan sampai 4 hari tiga malam.

Tarif kamar sendiri masih sesuai dengan harga kontrak tahunan berkisar di angka Rp 850 ribu - Rp 1.350.000. "Saat ini kami masih mengaplikasikan harga booking sesuai dengan harga kontrak tahunan," bebernya.

Mengenai rencana program spesial akhir tahun, pihaknya akan mencoba membuat program yang tidak berseberangan dengan kebijakan pemerintah. "Kami akan mengemas dengan promosi khusus untuk Nataru," jelas Liza.

Untuk penerapan protokol kesehatan (prokes) sampai saat ini, terusnya, pihaknya masih mengaplikasikan check in dengan menunjukkan kartu vaksin minimal dosis 1 untuk warga Lampung dan surat antigen untuk warga luar Lampung.

( Tribunlampung.co.idSulis Setia Markhamah )
 

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved