Breaking News:

Mesuji

Gandeng Jawara Internet Sehat, Mesuji Gelar Wayang Kulit Virtual

Syahril menjelaskan, kegiatan ini adalah kolaborasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dan program JaWAra Internet Sehat.

Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tangkapan Layar
Dispusar Mesuji berkolaborasi dengan Jawara Internet Sehat mengadakan pergelaran wayang kulit secara virtual di aula Kantor Dispusar Mesuji, Kamis (9/12/2021) sekitar pukul 09.00 WIB. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MESUJI - Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusar) Kabupaten Mesuji berkolaborasi dengan Jawara Internet Sehat mengadakan pergelaran wayang kulit secara virtual.

Wayang Literasi adalah program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial bertema Edukasi Penangkalan Hoax.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Kantor Dispusar Mesuji, Kamis (9/12/2021) sekitar pukul 09.00 WIB itu dihadiri staf ahli dan kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mesuji.

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Mesuji Syahril mengatakan, literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital.

Baca juga: Apa Itu Nanggala, Nama Kapal Selam RI dari Senjata Tokoh Wayang Baladewa

"Seperti alat-alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, dan cerdas," ujarnya.

Selain itu, patuh hukum dalam rangka membina komunikasi.

Syahril menjelaskan, kegiatan ini adalah kolaborasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dan program JaWAra Internet Sehat, berupa pementasan Wayang Literasi.

Oleh sebab itu, Syahril berharap melalui kegiatan ini masyarakat dapat mengerti prinsip dasar pengembangan literasi digital.

Pertama, pemahaman untuk mengekstrak ide secara eksplisit dan implisit dari media, saling ketergantungan antara media satu dengan media yang lainnya dan faktor sosial yang menentukan keberhasilan jangka panjang media  yang membentuk suatu ekosistem informasi.

"Lalu kurasi atau kemampuan untuk menilai sebuah informasi," ucapnya.

Dari prinsip dasar tersebut, Syahril menuturkan harus mengacu pada kerangka literasi digital. Seperti proteksi pada para pengguna media digital, hak kebebasan berekspresi, dan pemberdayaan untuk menghasilkan karya produktif.

"Semoga melalui pagelaran ini, maksud dan tujuan kegiatan dapat terakomodir dengan optimal," ucapnya.

Kepala Dispusar Mesuji Agung Subandara mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah mengedukasi masyarakat agar memiliki pemahaman guna menangkal hoaks.

"Kemudian sebagai upaya pelestarian budaya bangsa dalam hal ini wayang kulit," ujarnya.

( Tribunlampung.co.id / M Rangga Yusuf )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved