Kesehatan

Halo Dokter, Bagaimana Cara Merawat Gigi Agar Terlihat Putih dan Sehat

Berikut penjelasan Halo Dokter bagaimana cara merawat gigi agar putih dan sehat, dengan memperhatikan kandungan pasta gigi hingga bleaching.

Editor: Hanif Mustafa
Pixabay/Martin Slavoljubovski
Ilustrasi. Berikut penjelasan Halo Dokter bagaimana cara merawat gigi agar putih dan sehat. 

Jangankan gigi, gusi pun bisa menjadi kuning, karena didalam rokok TAR yang merupakan senyawa berwarna yang sangat lengket.

4. Periksa ke Dokter Gigi Secara Rutin

Selanjutnya, memeriksakan kondisi gigi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali harus dilakukan agar gigi mu tetap putih dan sehat.

Minimal, periksakan ke dokter gigi untuk pembersihan dan pemeriksaan dua kali setahun.

Si dokter gigi tidak hanya dapat menghilangkan noda dan mencari gigi berlubang, tetapi juga dapat menemukan masalah potensial dan menawarkan solusi perawatan.

5. Perawatan Kecantikan oleh Dokter Gigi

Jika cara 1-3 tak berhasil, disarakan untuk menggunakan cara yang lebih untuk mendapatkan gigi putih dan sehat.

Disarankan untuk menggunakan perawatan kecantikan, termasuk menggunakan satu set pemutih gigi terbaik.

Kamu bisa menggunakan strip pemutih gigi dengan melekatkannya pada bagian atas dan bawah gigi.

Tak lama, bahan kimia dalam strip gigi akan membuat gigimu putih bersih.

Cara selanjutnya adalah dengan melakukan veneer.

Namun veneer adalah pilihan paling ekstrim dan paling mahal, memakan biaya jutaan rupiah.

Yang terakhir, Kamu juga bisa melakukan bleaching untuk membuat warna gigimu kembali putih dan bersih.

drg Nabilah Aulia Putri dari Klinik Happydenta mengatakan, jika ingin giginya putih tidak ada salahnya mencoba melakukan bleaching.

Namun harus diketahui, bleaching kurang efektif untuk yang gigi kuning karena faktor genetik.

Selain itu bleaching juga kurang efektif untuk amelogenesis imperfecta, yakni kondisi gigi yang tidak dapat menghasilkan email gigi sehingga giginya menjadi lembek dan berwarna kuning 

Ada dua jenis bleaching yakni in office bleaching dan home bleaching.

In office bleaching adalah bleaching yang dilakukan di dokter gigi.

Hasilnya bisa lebih cepat terlihat.

Sedangkan home bleaching adalah bleaching yang dilakukan sendiri di rumah namun hasilnya tidak secepat in office bleaching.

Kalau hasilnya mau lebih cepat dan lebih tahan lama, harus melakukan in office bleaching dahulu setelahnya melakukan home bleaching.

Biasanya ketahanannya bisa sampai 1-2 tahun. 

Kalau hanya mau home bleaching, bisa membeli produk home bleaching sendiri.

Tapi kebanyakan produk home bleaching itu impor. Jarang sekali dijual dipasaran seperti di supermarket.

"Disarankan sebelum melakukan home bleaching, konsultasi dahulu ke dokter gigi. Sebab dikhawatirkan bahan-bahan yang ada di dalam produk home bleaching tidak cocok dan jadinya iritasi," kata drg Nabilah.

Setelah home bleaching tidak boleh makan dan minuman apapun yang berwarna selama 24 jam.

Setelahnya 24 jam baru boleh.

Tapi setiap selesai makan dan minum yang berwarna usahakan untuk kumur.

Jangan lupa untuk rajin sikat gigi termasuk di malam hari.

Tujuannya untuk membersihkan secara menyeluruh sisa makanan dan minuman termasuk warna yang ada didalam makanan dan minuman itu 

Saat sikat gigi gunakan pasta gigi yang warnanya putih.

Jangan gunakan yang ada warna hijau, hitam, dan sebagainya.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

Kalau mau pakai obat kumur juga harus yang warnanya putih. 

"Ini dilakukan untuk menjaga supaya gigi putihnya bertahan lama. Sayang sekali kalau sudah susah payah bleaching tapi gigi putihnya tidak bertahan lama," ujar drg Nabilah. ( Tribunlampung.co.id / Putri Salamah / Jelita Dini Kinanti )

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved