Breaking News:

Lampung Selatan

203,3 Hektare Persawahan di Lampung Selatan Terendam Banjir Akibat Tanggul Jebol

Ratusan persawahan yang berlokasi di perbatasan antara Kabupaten Lampung Selatan dengan Lampung Timur itu terendam banjir sekitar 203,5 hektare.

Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
Akibat hujan deras berkepanjangan membuat tanggul penahan air di Desa Sinar Pasemah, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan jebol. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Akibat hujan deras berkepanjangan membuat tanggul penahan air di Desa Sinar Pasemah, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan jebol.

Akibatnya ratusan persawahan yang berlokasi di perbatasan antara Kabupaten Lampung Selatan dengan Lampung Timur itu terendam banjir sekitar 203,5 hektare.

Banyuwangi I 23 persemaian, Banyuwangi II 24 persemaian, Marga Jaya 27,5 persemaian, Tani Baru, 34 persemaian, Mugi Lestari 25 persemaian, Sinar Maju 27 persemaian, Sepakat 25 persemaian, Sumber Makmur 18 persemaian.

Menurut salah satu petani bernama Hasan mengatakan penyebab tanggul jebol diduga karena tidak kuat menahan derasnya arus air di tanggul persawahan warga.

"Mungkin karena nggak sanggup nahan air ya. Soalnya beberapa hari ini kan hujan deras terus setiap malamnya," kata Hasan, Jumat (31/12/2021).

"Sawah saya yang terendam banjir seluas tiga hektare. Ketinggian banjir  kurang lebih dua meter. Akibatnya padi yang baru di tebar pun ikut hanyut," jelasnya.

Menurutnya, sebelumnya banjir juga terjadi setiap tahunnya.

"Ini merupakan banjir terbesar dan terparah yang pernah terjadi. Biasanya air baru bisa surut 3 hingga 4 hari. Tetapi kali ini air kembali surut sekitar satu pekan," katanya.

Kepla Desa Sinar Pasemah Hady Mustofa mengatakan akibat banjir tersebut sekitar 203,5 hektare persawahan di desanya terendam banjir.

"Akibat Banjir sekitar 203,5 hektare persawahan milik warga terendam banjir. Akan tetapi beruntung air tidak sampai masuk kepemukiman warga," katanya.

Baca juga: Polres Lampung Selatan Vaksin ABK dan Penumpang di Atas Kapal

Hady mengatakan pihak dinas terkait sudah meninjau langsung jebolnya tanggul, dan pihak balai besar akan segera melakukan tanggap darurat.

"Kami dari pemerintah desa dan juga para petani di desa kami, berharap kepada pemerintah kabupaten agar dapat segera memperbaiki tanggul tersebut. Supaya, petani setempat dapat segera beraktivitas kembali seperti biasa," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved