Bandar Lampung

September 2021, Penduduk Miskin di Provinsi Lampung Tersisa 1,01 Juta Orang

Jumlah penduduk miskin di Provinsi Lampung mengalami penurunan sebesar 76,9 ribu orang dan tersisa 1,01 juta orang per September 2021. 

Penulis: sulis setia markhamah | Editor: soni
dokumentasi
Kepala BPS Lampung Endang Retno Sri Subiyandani saat menggelar konpers secara virtual  

 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jumlah penduduk miskin di Provinsi Lampung mengalami penurunan sebesar 76,9 ribu orang dan tersisa 1,01 juta orang per September 2021. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung tersebut, jumlah penduduk miskin turun 11,67 persen dibandingkan Maret 2021 sejumlah 1,08 juta.


"Penurunan angka kemiskinan Lampung ini lebih besar daripada penurunan angka nasional," beber Kepala BPS Lampung Endang Retno Sri Subiyandani secara virtual, Senin (17/1/2022).


Jika melihat perkembangan angka kemiskinan di kota dan di desa, terusnya, penduduk miskin terkonsentrasi di perdesaan dengan tingkat kemiskinan 13,18 persen. Cukup terpaut jauh dibandingkan tingkat kemiskinan di perkotaan yang hanya 8,5 persen.


"Setara dengan 236,48 ribu jiwa di perkotaan dan 770,54 ribu jiwa di perdesaan," ujarnya.


Namun jika dilihat secara persentase, penurunan angka kemiskinan di perkotaan sepanjang Maret-September 2021 sebesar 0,75 persen atau 18,12 ribu orang, lebih rendah dari perdesaan sebesar 1 persen atau 58,79 ribu orang. 


Lebih lanjut dijelaskan Endang, secara umum periode Maret 2015-September 2021 tingkat kemiskinan di Lampung mengalami penurunan baik dari sisi jumlah maupun persentase. "Hal ini menunjukkan telah terjadi peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat, beber dia.


Namun, dalam rentang waktu itu juga tercatat beberapa kali kenaikan angka kemiskinan dibandingkan periode sebelumnya. Seperti pada Maret 2016, Maret 2018, Maret 2020, dan September 2020. 


"Kenaikan angka kemiskinan di Lampung pada September 2020 terjadi bersamaan dengan melemahnya perekonomian akibat dampak pandemi Covid-19,” sambungnya.


Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar daripada peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).


"Sumbangan makanan terhadap garis kemiskinan di September 2021 tercatat 75,29 persen. Kondisi ini menurun jika dibandingkan Maret 2021 sebesar 75,58 persen," papar Endang.


Ia mengatakan, selama Maret-September 2021, garis kemiskinan naik sebesar 4,49 persen dari Rp 471.439 per kapita per bulan pada Maret 2021 menjadi Rp 492.620 per kapita per bulan pada September 2021. 

 

Baca juga: Dissos Metro Lampung Verifikasi Penduduk Miskin Belum Terdaftar BPJS

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved