Breaking News

Bandar Lampung

Kasus Covid-19 di Lampung Kembali Melonjak, Dalam Sehari Bertambah 170 Pasien 

Kasus Covid-19 di Provinsi Lampung kembali melonjak naik dengan fantastis, tercatat ada 170 pasien positif terhitung hari ini Minggu (6/2/2022).

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Hanif Mustafa
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Ilustrasi - Kadiskes Lampung Reihana. Kasus Covid-19 di Provinsi Lampung kembali melonjak naik dengan fantastis 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Kasus Covid-19 di Provinsi Lampung kembali melonjak naik dengan fantastis, tercatat ada 170 pasien positif terhitung hari ini Minggu (6/2/2022).

Kadiskes Lampung dr Reihana mengatakan bahwa kasus covid-19 hari ini  kembali bertambah 170 orang, sehingga total keseluruhan menjadi 50.439 orang.

Di mana kasus 170 orang ini terbanyak setelah ada penambahan 161 kasus pada hari Sabtu (5/2/2022) dan Jumat (5/2/2022) sebanyak 139 orang.

Penambahan kasus 170 orang ini dari warga Bandar Lampung paling banyak terdapat 75 orang, Lamsel (35), Lamteng (18), Way Kanan (13), Lampura (13), Pesawaran (7), Metro (2), Tubaba (2), Mesuji (2), Pringsewu (2), Tuba (1) dan Lambar (1).

Kemudian pasien yang meninggal dunia tercatat ada sebanyak 3.830 orang.

Baca juga: Covid Tembus 139 Kasus Sehari, Gubernur Lampung Minta Semua Pihak Antisipasi

"Kalau pasien yang sembuh ada tambahan 12 orang sehingga totalnya menjadi 45.678 orang," kata Reihana

Lanjutnya, sampai saat ini kasus Covid-19 jenis omricon sudah ada 5 orang yang positif dan 1 probable yang sudah sembuh.

"Penelusuran kontak erat harus segera dilakukan apabila ada pasien probable atau positif omricon tersebut," sebutnya.

Masih kata dia, pasien omricon ringan dan mempunyai kormobid tetap wajib di rawat di Rumah Sakit (RS).

Reihana menuturkan adanya peningkatan kasus baru Covid-19 harus disikapi dengan positif, sampai dengan 30 Januari lalu memang kasus Covid-19 bisa dikendalikan.

Baca juga: Lampung Masuk 10 Provinsi di Indonesia Penyumbang Kematian Terbanyak Akibat Covid-19

Di mana angka kesembuhan sudah mencapai lebih dari 91,49 persen an proporsi kasus aktif sebesar 0,83 persen.

"Makanya dengan kembali bertambahnya kasus ini dikarenakan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaannya," sebut Reihana.

Reihana menuturkan peningkatan kasus baru ini perlu disikapi dengan positif karena ini merupakan kinerja dari petugas di lapangan yang melakukan skrining secara aktif.

Termasuk skrining di Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada satuan pendidikan sebagai upaya untuk menekan penularan dan segera dilakukan tatalaksana isolasi dan karantina.

"Adanya penemuan kasus jangan disimpan namun dilaporkan dan segera dilakukan tatalaksananya dan ini salah satu kinerja pertugas dalam melakukan skrining pada populasi berisiko," tuturnya.

Sementara terkaiy Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi Covid-19 di Rumah Sakit Pemberi Pelayanan Covid-19, beber Reihana, puncaknya terjadi pada Tanggal 12 Juli 2021 yaitu 85.6 persen dari 1.938 Bed. 

"Sedangkan tahun 2022 pada 30 Januari 2022 bahwa BOR isolasi yaitu sebanyak 2.28 persen dari 833 bed," jelasnya.

Reihana mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi penyebaran omicron mengingat Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera.

"Apalagi sebagian besar daerah di Provinsi Lampung berstatus PPKM Level 1, sehingga semakin banyak aktivitas yang dikerjakan secara fisik seperti pendidikan, ekonomi, pariwisata dan lain-lain yang bila tidak dilakukan antisipasi maka akan terjadi peningkatan kasus COVID-19," tegas Reihana

Reihana menambahkan, Lampung telah melaksanakan Surveilans Genom SARS Cov-2 sebagai cara untuk memantau Strain Mutasi Virus SARS Cov-2 dan telah mengirimkan sampel ke Badan Litbangkes RI untuk pemeriksaan WGS.

Berdasarkan Surat dari Balitbangkes Kemenkes RI Nomor SR.01.07/2/1713/2022 tentang laporan hasil pemeriksaan SGTF/WGS COVID-19 di Provinsi Lampung telah ada 1 kasus Probable Omicron dan 5 kasus omricon positif.

Terpisah Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto mengatakan bahwa Dinas Pariwisata untuk memastikan pelaksanaan pemantauan dikarenakan adanya penurunan kepatuhan di tempat wisata-wisata alam. 

"Diminta Dinas Pariwisata untuk berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota agar tidak terjadi penurunan kepatuhan dalam melakukan prorokol kesehatan tersebut," sebut Fahrizal.

Pada Pembelajaran Tatap Muka (PTM), kata Fahrizal, telah dihentikan dan Disdikbud diminta untuk melakukan monitoring secara kontinyu.

"Diharapkan rumah sakit, tenaga kesehatan, dan obat-obatan harus dipastikan tercukupi guna mengantisipasi bila terjadi lonjakan kasus Covid-19 varian omicron," tandasnya.

( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved