Pembobolan Minimarket di Lampung Selatan

Pembobolan Minimarket di Lampung Selatan, Pelaku Sempat Buang Uang yang Terbakar

Kemudian ada beberapa uang yang ikut terbakar terkena las juga mereka buang. Jadi aksi mereka ini benar-benar terorganisir.

Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus
Polisi berhasil mengungkap kasus pencurian minimarket di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Para pelaku pembobolan minimarket di Jati Agung, Lampung Selatan terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin mengatakan, mereka akan dijerat pasal 363 KUHP.

"Jadi kejadian tersebut merupakan pencurian dengan pemberatan, yang mana pasal yang ditentukan adalah pasal 363 KUHP. Dengan ancaman pidananya 7 tahun," kata Edwin, Selasa (15/3/2022).

Edwin mengatakan, aksi para pelaku sangat terorganisasi dan terencana.

Baca juga: Breaking News Pria Berkursi Roda Jadi Otak Pencurian Minimarket di Lampung Selatan

"Waktu yang diperlukan yaitu dua minggu. Untuk mempelajari situasi, kondisi. Baik situasi di wilayah itu maupun kondisi di minimarket itu sendiri. Semuanya mereka pelajari. Sangat terorganisir dan betul-betul terencana," katanya.

Edwin mengatakan, ada beberapa alat bukti yang dibuang pelaku.

"Barang bukti lainnya seperti recorder CCTV mereka buang ke sungai yang ada di Jati Agung," katanya.

"Kemudian ada beberapa uang yang ikut terbakar terkena las juga mereka buang. Jadi aksi mereka ini benar-benar terorganisir," pungkasnya.

Gasak Uang Rp 511 Juta

Para pelaku menggasak uang yang ada di dalam ATM sebuah minimarket di Jati Agung, Lampung Selatan.

Tidak hanya itu, mereka juga mengambil rokok di etalase.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin menjelaskan, para pelaku masuk ke dalan minimarket dengan cara menjebol dinding melalui ruko di sebelahnya.

"Aksi yang dilakukan para pelaku ini sangat terencana. Pelaku-pelaku ini sudah tahu betul kondisi Alfamart yang berada di Jati Agung ini. Dimana minimarket tersebut memiliki mesin ATM. Dan mereka tahu juga kalau mesin ATM tersebut baru diisi dengan nilai kurang lebih Rp 511 juta. Sekitar itu," kata Edwin, Selasa (15/3/2022)

Baca juga: Bobol Kotak Amal 9 Masjid di Pringsewu, Pelaku Beralasan Tak Punya Penghasilan

Untuk melancarkan aksinya, pelaku menyewa ruko yang ada di sebelah minimarket.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved