Bandar Lampung
Atlet PON Lampung Harap Pencarian Bonus Tidak Ada Pemotongan Pajak
Atlet peraih medali dan membawa harum nama Provinsi Lampung pada PON XX Papua meminta agar bonus yang dijanjikan Pemprov Lampung segera dicairkan.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Atlet peraih medali dan membawa harum nama Provinsi Lampung pada PON XX Papua meminta agar bonus yang dijanjikan Pemprov Lampung segera dicairkan.
Salah satu atlet PON Meiyusi Ade Putra mengatakan sangat berharap bonus yang merupakan haknya tersebut segera dicairkan.
Karena dirinya mengaku sudah lama hampir berbulan-bulan menunggunya pencairan bonus meminta agar tidak ada ada pemotongan pajak.
"Kita ini berjuang untuk mengharumkan nama Lampung dikancah nasional, jadi tolong hargai kami dengan tidak memotong pajak," kata Ada saat diwawancarai Tribun Lampung, Sabtu (16/4/2022) via telpon.
"Kalau dipotong pajak ya keberatan karena setiap event PON memang tidak ada pemotongan," tambahnya.
Baca juga: Dinding Rumah Warga di Bandar Lampung Jebol Diterjang Banjir
Baca juga: Bonus Atlet PON Cair Sebelum Lebaran, Koni Lampung: Dikirim ke Rekening Atlet-Pelatih
Diteruskannya, dulu juga ada pemotongan pajak akan tetapi dibebankan kepada pemprov bukan personal atlet.
Seperti 2016 kemarin sempat dihandel oleh pemprov dan kalau sampai dipotong pajak ini sangat membebani para atlet.
Kedepannya uang bonus yang didapat ini nantinya akan digunakan untuk membuka usaha.
Senada dikatakan atlet menembak Wira Sukmana yang mendapatkan medali emas PON XX kelas individual fire pistol 50 M.
"Harapannya segera cair bonus yang dijanjikan oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan termasuk juga bonus para pelatih juga harus direalisasikan," katanya.
Dirinya mengatakan, uang bonus akan ditabung untuk masa depan.
"Kalau di Lampung itu memang SDMnya kuat dan diharuskan ada solusinya, kita tunggu saja pencairannya tapi jangan ada pemotongan pajak," kata Wira.
Melambatnya pencairan bonus ini jangan sampai membuat krisis kepercayaan dengan KONI.
Hingga akhirnya olahraga Lampung menurun dan pasti ada saja atlet pindah ke daerah lainnya.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)