Tulangbawang Barat

Kisah Pilu Ortu TKI asal Lampung Telantar di Turki, Ditipu Setelah Habis Uang Puluhan Juta

Imam Taufik adalah satu dari empat warga Lampung yang terdampar di Turki bersama puluhan orang lainnya dari Indonesia.

Tangkapan Layar
Empat warga Lampung terdampar di Istanbul, Turki, bersama puluhan warga lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. 

Tribunlampung.co.id, Tulangbawang Barat - Informasi telantarnya Imam Taufik Hidayat (27), warga Tiyuh Gedung Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat, di Istanbul, Turki, mengagetkan kedua orangtuanya.

Imam Taufik adalah satu dari empat warga Lampung yang terdampar di Turki bersama puluhan orang lainnya dari Indonesia.

Mereka diduga tertipu agen penyaluran tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal.

Orangtua Imam Taufik, Ahmad Sundari (44) dan Siswati, tak menyangka anaknya bakal terdampar di Turki lantaran tertipu agen penyalur TKI ilegal.

Padahal, sebelum keberangkatan ke Turki, mereka sudah menyetor uang puluhan juta ke agen penyalur TKI yang akan memberangkatkan Imam Taufik.

Baca juga: Kini Jadi Artis Tajir, Rizky Billar Ternyata Sempat Ingin Jadi TKI

Ahmad Sundari menuturkan, awalnya ia menyetor uang sejumlah Rp 15 juta ke Sri Rahayu, yang merupakan agen penyalur jasa TKI.

"Tapi dikembalikan Rp 10 juta karena tidak jadi berangkat. Kemudian di agen kedua sudah masuk Rp 26 juta. Itu di luar dari biaya konsultasi dan lain-lain," ungkap Ahmad Sundari, Minggu (17/4/2022).

Ahmad menuturkan, jika ditotal keseluruhan uang yang telah dikeluarkan untuk biaya keberangkatan Imam Taufik mencapai Rp 60 juta.

"Kalau ditotal, sudah ada sekitar 60 juta," sebut dia.

Sayangnya, ia tidak mengetahui secara persis perusahaan agen penyalur TKI yang akan memberangkatkan anaknya itu.

"Kalau dulu berangkatnya secara mandiri lewat sponsor. Seingat saya, namanya itu Griya Sempurna ada di Jalan Swadaya No 138 RT 04/08 Masjid Quba Al-Khoiriyah, Kelurahan Jati Ranggon, Jati Sampurna, Kota Bekasi," papar Ahmad.

"Kalau agen dari Lampung, kalau nggak salah dari Lampung Tengah. Namanya Bu Nur dan Pak Bimo," sambungnya.

Agen yang di Lampung Tengah itu merupakan tangan kedua yang menangani keberangkatan Imam Taufik.

"Itu (Bu Nur dan Pak Bimo) tempat anak saya daftar PMI, setelah dipindahkan dari agen pertama Sri Rahayu," bebernya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved