Ramadan 2022
Upaya Mengobati Penyakit Hati
Penyakit hati merupakan gejala dan suasana hati yang tidak sehat, tidak bisa menyesuaikan dengan kondisi lingkungan dan daya respons yang negatif.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Manusia sebagai makhluk individu tidak bisa dipisahkan bahkan tidak mungkin hidup jika tidak ada unsur jasmani (fisik) dan unsur ruhani (psikis).
Jika jasmani manusia sakit maka upaya mengobatinya dengan pendekatan dan cara medis.
Jika psikis atau jiwa manusia yang sakit (penyakit hati), lalu bagaimana upaya mengobatinya?
Penyakit hati merupakan gejala dan suasana hati yang tidak sehat, tidak bisa menyesuaikan dengan kondisi lingkungan dan daya respons yang negatif terhadap segala apa yang dirasa, dilihat, dan rangkap oleh jiwa atau hati manusia.
Dalam Alquran digambarkan, menurut perspektif teologis, ada tiga kriteria hati manusia:
Baca juga: Resep Takjil Choco Ice Blend
Baca juga: Jadwal Puasa Ramadan di Bandar Lampung Besok, Selasa, 19 April 2022
Pertama, hati yang sehat adalah hati untuk beramal kebaikan.
Hati yang sehat itu hati yang salim (qalbun salim) yaitu hati orang yang beriman kepada Alloh mukmin/muslim (QS. Asy-Syu'ara : 88-89)
Kedua, hati yang sakit (qalbun maridh), adalah hati manusia yang tidak punya prinsip hidup, tidak punya prinsip dalam beragama, hipokrit, tukang tipu kepada Tuhan dan kepada orang beriman (mukmin).
Alquran paling banyak menjelaskan tentang orang yang hatinya ada penyakit hati.
Dijelaskan sifat-sifat orang Munafik sebagai cerminan penyakit hati yang ada padanya (baca QS An-Nisa :142 - 243) seperti menipu, dusta, khianat.
Malas ibadah (salat), suka pamer, ria ibadahnya, tak pernah zikir kepada Allah kecuali sedikit, dan tak punya pendirian.
Ini semua penyakit hati yang ada pada orang-orang munafik/hipokrit atau mudzabdzabin.
Ketiga, penyakit hati yang sudah kronis, parah, bahkan hati yang sudah mati.
Yaitu hati yang ada pada orang yang kafir, orang yang tak beragama.
Seperti orang yang sekuler, atheis, politheis, hedonis, dan sejenisnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Upaya-mengobati-penyakit-hati.jpg)