Ramadan 2022
Upaya Mengobati Penyakit Hati
Penyakit hati merupakan gejala dan suasana hati yang tidak sehat, tidak bisa menyesuaikan dengan kondisi lingkungan dan daya respons yang negatif.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Reny Fitriani
Sifat -sifat orang demikian, hanya dua ayat Alquran menjelaskannya yaitu QS Al-Baqarah ayat 6 yaitu orang yang sudah menolak nasehat, tidak bisa lagi diberi nasehat, menutup kebaikan, menolak petunjuk, menolak keimanan, tak percaya kepada Alloh akibat kekafirannya.
Maka pada QS Al-Baqarah ayat 7 keadaan hati mereka makin dikunci rapat, dikunci mati hatinya oleh Allah SWT.
Hati mati, penglihatan buta, pendengaran tuli, dan mereka menerima azab dan siksa yang sangat pedih di akhirat kelak.
Mengenai penyebab penyakit hati menurut Abdul Aziz dalam bukunya berjudul Kesehatan Jiwa: Kajian Korelatif Pemikiran Ibnu Qayyim dan Psikologi Modern, membagi empat faktor penyebab penyakit jiwa atau gangguan jiwa.
1. Mengabaikan pikiran. Pikiran yang tidak dimaksimalkan untuk beraktivitas (berpikir) menjadikan pikiran mengabaikan respons di dalam diri dan luar diri kita. Maka fungsikan jiwa kita, akal pikiran kita, dan hati rasa kita untuk membaca, merasa, dan melihat yang baik dikerjakan dan yang buruk ditinggalkan.
2. Fitnah syubhat dan syahwat. Hati yang tak terelakkan, tak mampu hindari fitnah syubhat dan syahwat akan terjerumus dalam penyakit hati yang berbahaya ini. Seperti hasud, iri dengki, fitnah, hoaks, mengumbar syahwat dan pelampiasan syahwat dalam lembah dosa, maksiat dan mungkar.
3. Dosa dan maksiat. Dosa dan maksiat merupakan sebuah cerminan hati yang kotor, hati yang berpenyakit, penyakit hati yang pandemi dan endemi. Lain dengan berbuat baik dan ibadah untuk menekan syahwat, dan puasa inilah yang paling tepat dan efektif untuk tetapi penyakit hati ini.
4. Gelisah, bingung dan sakit. Ini penyakit ragu dalam hati, dan berbahaya karena dapat menganggu konsentrasi ibadah, membuat orang fatalis/mujbir hidupnya
Supaya hati tetap sehat, tidak berpenyakit dan tidak mati hatinya, ada beberapa pendekatan dan caranya, antara lain hati terus dididik dan dibimbing dengan iman, tauhid kepada Allah. hati selalu ditautkan kepada Allah dengan salat, zikir, puasa, ibadah lainnya dan amal kebaikan.
Lalu hindari tabiat dan watak buruk seperti hasud, iri dengki, sombong, congkak, maksiat, mungkar, dan lainnya.
Usahakan menjauhi dari sifat-sifat hipokrit, sekularistik, hedonistik, politheistik, atheistik dan sejenisnya karena dapat merusak nilai dan moral bagi manusia.
Pesan Nabi Muhammad SAW bahwa sungguh dalam tubuh manusia ada segumpal darah.
Jika segumpal darah ini baik, maka baiklah seluruh tubuh manusia.
Tapi jika segumpal darah itu rusak, maka rusaklah perilaku tubuh manusia.
Apa segumpal darah itu wahai Rasul? Ialah hati manusia.
Hati yang baik, mencerminkan perbuatan dan akhlak yang baik begituan sebaliknya. Demikian, semoga bermanfaat.
(Tribunlampung.co.id/Sulis Setia Markhamah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Upaya-mengobati-penyakit-hati.jpg)