UMKM Lampung

Kuliner Lampung, Mie Ayam Mastin Rp 12 Ribu per Porsi, Gratis Es Teh Setiap Hari Jumat

Bila berkunjung ke Kota Kalianda, Lampung Selatan, jangan lupa mencicipi Mie Ayam Mastin, yang berlokasi di sekitar Masjid Agung.

Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
Mie Ayam Mastin gratiskan es teh atau es jeruk bagi pembelinya setiap hari jumat. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Bila berkunjung ke Kota Kalianda, Lampung Selatan, jangan lupa mencicipi Mie Ayam Mastin, yang berlokasi di sekitar Masjid Agung.

Mie Ayam Mastin buka hari Senin-Jumat pukul 10.00-17.00 wib.

Harga mi ayam mastin sangat terjangkau yakni Rp 12 ribu per porsinya.

Setiap hari jumat, gratiskan pembeli es teh ataupun es jeruk.

"Kalau sekarang harganya sudah naik jadi Rp 12 ribu perporsi. Kalau sebelumnya kan harganya Rp 10 ribu perporsi. Sudah naik setelah Lebaran kemarin. Karena harga bahan makanan juga pada naik," kata Tio, karyawan Mie Ayam Mastin, Jumat (20/5/2022).

Baca juga: Kuliner Lampung, Jasuke AA Enak dan Mengenyangkan Rp 10 Ribu per Cup

Tio mengatakan walaupun harga dagangannya naik, tapi tidak mengurangi animo masyarakat yang membeli mi ayam di tempatnya.

"Kalau berkurang sih nggak. Tetap kayak biasa. Kalau pas lagi rame-ramenya tuh bisa jual sampe 90 porsi. Apalagi beberapa hari ini kan hampir setia hari hujan, jadi banyak juga yang datang untuk makan di sini," katanya.

Tio mengatakan setiap jumat, pihaknya mengratiskan minuman bagi pembeli.

"Setiap jumat kita ada promo, namanya jumat berkah. Gratis minum. Boleh pilih mau es teh atau es jeruk. Khusus hari jumat saja," ujarnya.

"Tujuannya untuk berbagi pada sesama. Makanya namanya jumat berkah. Apalagi harinya juga bertepatan dengan salad jumat," terangnya.

Tio mengatakan pihaknya juga bisa mengantar makanannya, namun hanya terbatas di sekitaran Masjid Agung Kota Kalianda.

"Kita juga bisa mengantar makanan. Tapi hanya khusus sekitaran sini aja. Paling sekitaran pemda atau Masjid Agung ini aja. Itu pun kalau pas lagi nggak rame. Kadang pas lagi rame kita susah buat nganternya," katanya.

"Jadi biasanya orangnya datang dulu ke warung. Pesen. Kalau pas lagi rame kan biasanya orang malas nunggu. Apalagi pesanannya banyak. Jadi kalau dia mau minta anterin juga bisa tapi yaitu paling sekitaran sini aja. Karena warungnya kan nggak mungkin ditinggal-tinggal juga," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus) 

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved