Lampung Tengah

Buron Pembegalan Ditangkap Polsek Gunung Sugih

Dari keterangan RR, tim Reskrim Polsek Gunung Sugih mendapat informasi mengenai aksi pembegalan terhadap korban Andika (19), warga Bumiratu Nuban.

Penulis: syamsiralam | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id / Deni Saputra
Ilustrasi. Buron pembegalan diamankan di Mapolsek Gunung Sugih. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Tim Reskrim Polsek Gunung Sugih menangkap buron kasus pembegalan di Bekri pada April 2022 lalu.

Pelaku Robi (29), warga Kampung Komering Agung, menjadi DPO setelah polisi lebih dahulu menangkap rekannya berinisial RR (25) tak lama setelah kejadian.

Dari keterangan RR, tim Reskrim Polsek Gunung Sugih mendapat informasi mengenai aksi pembegalan terhadap korban Andika (19), warga Bumiratu Nuban.

Kapolsek Gunung Sugih AKP Wawan Budiarto mengatakan, Robi diamankan di sebuah warung, Rabu (25/5/2022) lalu.

"Pelaku RB kami amankan berkat keterangan rekannya yang lebih dulu kami tangkap. Dalam aksinya, mereka melakukan pembegalan terhadap korban di jalan raya Bekri," ujar Wawan, mendampingi Kapolres AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, Selasa (31/5/2022).

Baca juga: Polres Lampung Tengah Amankan Pelaku Begal dan Penadahnya di Seputih Surabaya

Kedua pelaku, menurut Wawan, beraksi dengan cara memepet motor korban dan langsung mengancam dengan menggunakan senjata tajam (sajam).

"Saat beraksi, kedua pelaku mengendarai sepeda motor berboncengan. Sampai di ruas jalan yang sepi, para pelaku lantas mencegat motor, mencabut kontak motor, dan mengancam korban," jelas Kapolsek.

Setelah mengancam korban, lanjut Wawan, salah satu pelaku lantas merampas telepon genggam dan motor Honda Beat nopol BE 2363 IP warna merah hitam milik korban.

Korban Andika ditemani sang ayah, Siswanto (47), lantas melapor ke Polsek Gunung Sugih. 

Korban menceritakan, saat kejadian ia berangkat dari rumahnya di Kampung Wates menuju Kampung Kusumadadi.

Sampai di ruas jalan Bekri sekitar pukul 15.00 WIB, pelaku diikuti  dua pelaku yang mengendarai motor Honda Scoopy warna silver.

Sampai di tempat sepi, pelaku memepet motor korban.

"Pelaku yang bawa motor langsung mencabut kontak motor saya, sehingga motor berhenti. Kemudian pelaku yang dibonceng turun mengancam saya dengan senjata tajam," kata korban, diwakili sang ayah, kepada penyidik Polsek Gunung Sugih.

Pelaku menyuruh korban mengeluarkan ponsel dari saku celananya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved