Lampung Selatan
Pelaksanaan BIAN Tahap 1 di Lampung Selatan Sasar 200.163 Anak
Pelaksanaan Bian dilaksanakan di seluruh fasilitas kesehatan, posyandu, posbindu mobile, sekolah dan posyandu lansia di wilayah Lampung Selatan.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan Joniyansyah mengatakan pihaknya telah menyosialisasikan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional (Bian) dan meningkatkan kesadaran masyarakat Lampung Selatan untuk melakukan deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM).
"Pelaksanaan BIAN tahap 1 sudah dimulai pada awal bulan Mei 2022 kemarin. Dengan sasaran imunisasi usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 12 tahun. Jumlah sasaran 200.163 anak," kata Joni, Selasa (31/5/2022)
"Sedangkan, untuk sasaran deteksi dini PTM dari usia 15 tahun ke atas. Semua ini kita lakukan untuk melindungi anak-anak Indonesia. Khususnya yang ada Lampung Selatan dengan cara diimunisasi. Serta melakukan kegiatan deteksi dini PTM. untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi. Sehingga tingkat kesakitan dan kematian akibat PTM dapat ditekan serendah mungkin," jelasnya.
Joni mengatakan pelaksanaan Bian dilaksanakan di seluruh fasilitas kesehatan, posyandu, posbindu mobile, sekolah dan posyandu lansia di wilayah Lampung Selatan.
Ketua Organisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Kabupaten Lampung Selatan, Riva Yulianto mengatakan, Bian merupakan bulan yang dimana dilakukan peningkatan kekebalan tubuh pada anak secara serentak.
Baca juga: Video Amuk Massa terhadap Pelaku Curat di Sidomulyo Lampung Selatan Hoax
Baca juga: 2 Kades di Lampung Selatan Mundur dari Jabatan, Kadis PMD: Jabatan Sementara Diisi Pj
"Pada bulan imunisasi ini ada 2 kegiatan. Imunisasi tambahan campak-rubela dan imunisasi kejar untuk melengkapi status imunisasi yang terlewati," katanya
"Seperti yang kita ketahui bersama, tujuan imunisasi ini meningkatkan kekebalan pada anak-anak supaya tidak terkena komplikasi dari penyakit tertentu dan dengan adanya kekebalan tubuh akan terbentuk kekebalan komunitas atau kekebalan masyarakat," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)