Metro
Kebutuhan Pokok Naik, Disdag Metro Lampung Segera Monitoring Grosir dan Distributor
Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Metro akan monitoring pasar menyusul kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pangan di wilayah setempat.
Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: soni
Tribunlampung.co.id, Metro - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Metro akan monitoring pasar menyusul kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pangan di wilayah setempat.
Plt Kepala Disdag Metro Yeri Ehwan mengatakan, pihaknya segera melakukan pemantauan di beberapa tempat bersama bagian perekonomian, untuk memantau harga dari tingkat pengecer hingga grosir atau distributor.
"Kita juga ingin langsung mengetahui penyebab naiknya harga yang sedang terjadi di lapangan. Jadi kita akan turun melakukan perbandingan harganya seperti apa, apakah kenaikan itu sudah terjadi di tingkat distributor atau grosir, atau kenaikan hanya di tingkat pengecer," bebernya, Jumat (03/06/2022).
Ia menilai, kenaikan harga biasa terjadi disebabkan ketersediaan atau stok bahan menipis, sedangkan permintaan banyak. Menurutnya, komoditas cabai dan bawang memang berasal dari luar daerah dan Metro hanya sebagai tujuan pemasaran.
"Kita juga akan berkoordinasi dengan sejumlah distributor pangan di Kota Metro. Jika diperlukan akan kita upayakan penetrasi pasar. Kalau anggaran operasi pasar kita tidak tersedia, tapi kita akan pendekatan supaya grosir atau distributor bisa jual langsung ke warga," tuntasnya.
Baca juga: Harga Cabai Merah di Pasar Inpres Kalianda Meroket Rp 80 Ribu per Kg
Baca juga: Setelah Lebaran 2022 Harga Cabai Rawit di Mesuji Meroket, Tembus Rp 80 Ribu per Kilogram
Sebelumnya, harga cabai merah dan cabai rawit di Kota Metro terus meroket dalam sepekan terakhir.
Hasil pantauan Tribun Lampung di Pasar Kopindo dan Metro Mega Mall, harga cabai rawit dibanderol antara Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu.
Sementara cabai merah keriting Rp 60 hingga Rp 70 ribu per kilogram.
Risma, penjual cabai di Pasar Kopindo mengaku, harga terus melambung dalam satu minggu. Dimana sebelumnya cabai rawit dijual Rp 35 ribu dan cabai merah kerinting Rp 30 ribu per kilo.
"Kita ambil dari agen saja sudah Rp 65 ribu. Paling cuma untung Rp 5 ribu per kilo. Satu minggu ini naik terus. Kita harap bisa normal lah. Karena kalau tinggi begini yang beli juga kan sedikit. Tadinya beli sekilo jadi setengah karena mahal," tukasnya, Jumat (3/6/2022).
Hal senada diungkapkan Anto, pedagang cabai lainnya. Ia mengaku, cabai yang dijual di Metro berasal dari Jawa. Karenanya, jika cabai di Jawa mengalami kenaikan, otomatis di Metro pun terimbas hal yang sama.
"Biasanya ini karena musim hujan, terus banyak yang gagal panen. Jadi barang susah. Makanya harga naik. Kita sendiri enggak tahu ini mau naik sampai berapa lagi. Ya mudah-mudah harga bisa cepat normal lagi," tuntasnya. ( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak )
-