Pesisir Barat
Pelaku UMKM di Pesisir Barat Terapkan Transaksi Digital QRIS
Krakatau Beach Fun Run diadakan oleh Dispora Provinsi Lampung di Pantai Mandiri, Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat, Lampung. Sabtu (4/6/2022).
Tribunlampung.co.id, Pesisir Barat - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pesisir Barat menampilkan produk unggulan UMKM dalam pergelaran Krakatau Beach Fun Run.
Krakatau Beach Fun Run diadakan oleh Dispora Provinsi Lampung di Pantai Mandiri, Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat, Lampung, Sabtu (4/6/2022).
Kepala Dinas Koperindag Pesisir Barat Siswandi mengatakan, ada 24 macam produk UMKM yang ditampilkan dalam acara tersebut.
"Ada 24 produk UMKM yang kita tampilkan. Ada produk tapis, kopi, dan berbagai produk makanan," ungkapnya.
Siswandi menjelaskan, dalam rangka mendorong kemajuan UMKM, Diskoperindag Pesisir Barat memperkenalkan sistem transaksi jual beli digital yang disebut dengan QR Code atau Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Baca juga: Pemkab Tuba Konsern Bantu UMKM Rp 20 Juta Setiap Kelompok
"Jadi UMKM ini kita dorong untuk melek teknologi digital yang disebut QRIS," kata dia.
Penerapan QRIS ini ke depan diharapkan dapat membantu para pelaku usaha UMKM untuk lebih memudahkan pembeli dalam melakukan transaksi nontunai.
"Harapan ke depan UMKM kita ini bangkit, penjualannya bertambah, transaksinya dipermudah dengan penerapan QRIS ini," ungkapnya.
Untuk tahap awal, sebagai percontohan ada 40 pelaku UMKM dari 5.102 UMKM yang ada di Pesisir Barat yang akan menerapkan QRIS tersebut.
"Jadi kita terapkan secara bertahap. Untuk percontohan kita ambil 40 UMKM. Ke depan, harapan kita semua pelaku usaha yang ada dapat menerapkan sistem QRIS tersebut untuk pembayaran nontunai," jelasnya.
Tampak Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal mengunjungi stan UMKM.
Agus Istiqlal mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat mendukung penuh langkah Diskoperindag untuk penerapkan pembayaran sistem digital QRIS guna membantu para pelaku usaha mempermudah transaksi jual beli dalam bentuk nontunai.
"Kita sangat mendukung langkah tersebut, karena akan mempermudah pedagang dalam melakukan transaksi jual beli," kata Agus.
"Saya harap ke depan UMKM kita bangkit, penjualannya bertambah, dan produk UMKM Pesisir Barat bisa dikenal oleh masyarakat luas," sambungnya.
( Tribunlampung.co.id / Saidal Arif )