Lampung Barat

Pemkab Lampung Barat Dorong Masyarakat Miliki Kartu PBI-KIS 

Dissos dorong masyarakat untuk memiliki kartu Penerima Bantuan Iuran Kartu Indonesia Sehat (PBI-KIS).

Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Saidal Arif
Kepala Dinas Sosial Lambar. Pemkab Lampung Barat dorong masyarakat miliki kartu PBI-KIS. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Barat - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Sosial (Dissos) dorong masyarakat untuk memiliki kartu Penerima Bantuan Iuran Kartu Indonesia Sehat (PBI-KIS), Jumat (10/6/2022).

Kadissos Lampung Barat Jaimin mengatakan, bagi masyarakat yang tergolong kurang mampu sangat penting untuk memiliki PBI- KIS, sebab akan sangat membantu meringankan biaya pengobatan saat mengalami sakit.
 
"Kita ingin mengedukasi masyarakat supaya mengajukan diri menjadi peserta PBI-KIS, sebab masyarakat sendiri yang dirugikan jika tidak mempunyai PBI-KIS ini," kata dia.

Lanjut, Jaimin menjelaskan untuk masyarakat yang ingin mendaftar menjadi peserta PBI-KIS bisa mengajukan permohonan ke operator masing-masing pekon untuk di data. 

Kemudian, operator pekon tersebut yang mengajukan ke Dinsos Lambar untuk di teruskan ke pusat.

Baca juga: Pemkab Lampung Barat Alokasikan Rp 207 Juta Perbaiki Gorong-gorong di Suoh

Baca juga: Bupati Parosil Titip Doa pada Calon Jamaah Haji Asal Lampung Barat yang Berangkat ke Tanah Suci

Lalu, untuk masyarakat yang akan mendaftarkan diri sebagai peserta PBI-JK terlebih dahulu terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), karena hingga saat ini yang menjadi rujukan Pemerintah pusat untuk memberikan bantuan baik PKH, BPNT, PBI-KIS itu mengacu pada data yang ada dalam DTKS.

Setelah terdaftar sebagai peserta PBI-KIS, harus rutin menggunakan kartu PBI-KIS minimal dalam satu bulan satu kali. 

"Bukan hanya digunakan untuk berobat saja tapi juga bisa digunakan untuk memeriksakan kesehatan supaya kartu yang digunakan itu akan terus aktif," ungkapnya.

Sebab, jika tidak rutin digunakan, di pusat akan terdedeteksi kartu tersebut tidak dimanfaatkan.

Sehingga akan secara otomatis di nonaktifkan, kalau sudah nonaktif harus kembali melakukam pengajuan ulang untuk menjadi peserta PBI-KIS.
 
"Ada sebanyak 30.984 peserta PBI-KIS di non aktifkan oleh pemerintah pusat, sebab terdeteksi tidak di manfaatkan secara rutin," kata dia.

(Tribunlampung.co.id /Saidal Arif)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved