Bandar Lampung

Pahlawan Radin Inten II Ikut Operasi Patuh Krakatau di Tugu Adipura Bandar Lampung

Polresta Bandar Lampung menghadirkan Pahlawan Nasional asal Lampung Raden Inten II di tengah Operasi patuh Krakatau Sabtu (18/6/2022) di Tugu Adipura.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Polresta Bandar Lampung AKP Rohmawan menggelar operasi patuh Krakatau 2022 dengan menghadirkan Pahlawan Nasional asal Lampung Raden Inten II di Tugu Gajah Adipura, Sabtu (18/6/2022). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Polresta Bandar Lampung menghadirkan Pahlawan Nasional asal Lampung Raden Inten II di tengah Operasi patuh Krakatau Sabtu (18/6/2022) di Tugu Adipura.

Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polresta Bandar Lampung AKP Rohmawan mengatakan sengaja dihadirkan pahlawan nasional asal Lampung Raden Inten II untuk menggugah pengendara agar bersemangat dalam berkendara yang baik dan benar.

"Hadirnya pahlawan dan termasuk hulu balangnya ini yang ditonjolkan besar harapannya kepada masyarakat untuk tertib berlalulintas," kata Rohmawan.

Dijelaskan oleh Rohmawan bagi pengendara yang lengkap akan ada pertanyaannya yang diajukan dan akan diberikan hadiah berupa helm, beras dan juga sembako dari Polresta Bandar Lampung.

Bagi pengendara ditanyakan dimana saja penempatan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan kalau benar diberikan helm dan sembako serta beras juga.

Baca juga: Seratusan Orang Terjangkit DBD Tiap Bulannya di Bandar Lampung

Baca juga: Dua Hari Gelar Operasi Patuh Krakatau 2022, Polda Lampung Telah Tindak 75 Pengendara Motor

Dijelaskan AKP Rohmawan bahwa sesuai perintah dari Korlantas untuk operasi patuh tidak dilakukan penindakan secara manual akan tetapi secara E-Tle.

Untuk di Lampung ini ada 2 lokasi dipasangnya E-Tle, diantaranya ada di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan di Kota Bandar Lampung dengan 5 titik.

Sampai dengan 6 hari dilakukan Operasi Patuh Krakatau ini terdapat 111 penindakan di Bandar Lampung dan 130 pengendara terkena teguran.

Mereka ini pelanggarannya tidak menggunakan helm, melawan arus dan tidak menggunakan sefety belt, usia pengendara yang melanggar dari 25-35 tahun.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved