Metro

Soal TPP ASN, Pemkot Metro Diminta Kurangi Kegiatan Seremonial

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Metro Amrullah mengatakan, TPP merupakan bentuk penghargaan kepada ASN sebagai pelaksana kebijakan dan pelayanan publik.

Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Metro Amrullah. 

Tribunlampung.co.id, Metro - Komisi I DPRD Kota Metro meminta pemerintah mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial untuk menyelesaikan kewajibannya dalam memenuhi hak TPP ASN.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Metro Amrullah mengatakan, TPP merupakan bentuk penghargaan kepada ASN sebagai pelaksana kebijakan dan pelayanan publik atas tugas yang diemban.

"TPP ini kan penghargaan kepada ASN atas tugas. Nah, kriteria TPP itu kan berdasarkan beberapa indikator mulai dari beban kerja, prestasi, kondisi kerja, tempat bertugas, kelangkaan profesi, dan lain sebagainya," imbuhnya, Minggu (19/6/2022).

Karena itu, ia meminta Pemkot Metro yang mengurangi kegiatan bersifat seremonial.

Pihaknya juga mempertanyakan apa yang menjadi persoalan sehingga harus ada pemotongan.

Baca juga: Pencuri Motor di Acara Kuda Kepang Mengaku Sudah Beraksi Sampai Metro

"Kan sudah jelas anggaran di Metro tidak ada defisit. Kalau memang ada yang mengganggu anggaran dan menjadi penyebab defisit, maka yang harus dikurangi adalah kegiatan seremonial bukan TPP pegawai," tukasnya.

Ia menilai, kegiatan seremonial banyak menghabiskan anggaran.

Karenanya, untuk efisiensi anggaran, pemkot harus evaluasi rencana kegiatan.

"Baru kemarin PBB naik, hari ini TPP juga mau dipotong. Kita minta segera cari jalan keluar agar TPP ASN dapat dibayarkan," tuntasnya.

( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved