Lampung Utara

Warga Lampung Utara Meraup Untung dari Budidaya Madu Trigona

Andre Setiawan (37) seorang warga desa Ibul Jaya, Kecamatan Hulu Sungkai, Kabupaten Lampung Utara budidaya madu trigona secara mandiri.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id / Anung Bayuardi
Ilustrasi Andre Setiawan (37) seorang warga desa Ibul Jaya, Kecamatan Hulu Sungkai, Kabupaten Lampung Utara budidaya madu trigona secara mandiri. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Utara - Andre Setiawan (37) seorang warga desa Ibul Jaya, Kecamatan Hulu Sungkai, Kabupaten Lampung Utara budidaya madu trigona secara mandiri.

Dia budidaya madu trigona dengan memanfaatkan ladang pekarangan miliknya.

Keputusan budidaya madu trigona ini lantaran melihat peluang betapa sulitnya mencari dan memanen lebah sialang di hutan. 

"Bisa dibayangin, cari madu dihutan pasti penuh dengan resiko tinggi," Jelas Andre, ditemui di tempat penangkaran lebah trigona, Minggu (26/6/2022).

Dari budidaya tersebut, ia berharap bisa membantu ekonomi masyarakat.

Baca juga: Jalan Sehat HUT Bhayangkara ke-76 Polres Lampung Utara, Jadi Ajang Silaturahmi

Baca juga: Kelas BPJS Kesehatan Dihapus, Warga Lampung Utara Khawatir Pelayanan RS Kacau

Secara analisis dijelaskannya, jika dua dusun dalam setiap rumah milik masyarakat bisa memanfaatkan 2 Lok (kotak) sarang lebah Trigona, maka 500 rumah berarti ada 1000 log (kotak) yang dimanfaatkan.

Jika proses ini bisa dijalankan dengan baik, nantinya setiap bulan dalam 1 Lok nya akan menghasilkan minimal 1 liter madu dan kalau dikalikan 2 Lok, maka dalam satu bulan itu mampu menghasilkan 1000 liter madu yang dihasilkan masyarakat dari dua dusun, dan hasilnya sudah tentu untuk masyarakat itu sendiri.

"Bisa dibayangkan kalau setiap bulan Desa kita ini mampu menghasilkan 500 mliter," kata dia seraya tersenyum.

Saat ini ia masih fokus bagaimana cara merawat Trigona menjadi lebih baik dengan harapan hasil baik dan tentunya pemasaran yang baik.

"Kemarin total ada sekitar 50 lebih botol yang sudah yang dipasarkan kepada masyarakat sekitar. Dalam satu botol berukuran 250 mililiter di jual dengan harga Rp 250 ribu," katanya.

Adapun kemudahan budidaya Lebah Trigona diantaranya tidak menyengat, prosea pengembangan lebih mudah karena didaratan, panen lebih mudah dan berkhsiat untuk kesehatan.

"Sepengetahuan saya, madu Trigona ini memiliki kandungan Anti Fungi, anti Bakteri, Anti Oksidan dan kandungan zat Propolis yang kaya akan nutrisi. Catatannya kalau madu murni itu tidak ada kadaluarsa." ucapnya.

Baca juga: 891 PPPK di Lampung Utara Terima SK 

Baca juga: Kasus DBD Meningkat, Ini Imbauan Diskes Lampung Utara Hadapi DBD

Dirinya mengakui bahwa saat ini masih terkendala pada permodalan, namun keadaan itu tidak menjadi suatu alasan untuk mundur dari tanjakan.

"Pokoknya terus berusaha dan usaha. Karena yakin saja akan ada hasil dalam setiap usaha,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved