Berita Lampung

Ditertibkan Satpol PP, PKL di Bantaran Irigasi Metro Minta Solusi Tempat Berjualan

PKL di bantaran irigasi depan RS Mardiwaluyo meminta solusi berupa tempat baru untuk berjualan. Menurutnya, penertiban tersebut tidak memberi solusi.

Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary
PKL di bantaran irigasi depan RS Mardi Waluyo Metro ketika dilakukan penertiban oleh Satpol-PP Metro. Ditertibkan Satpol PP, PKL di Bantaran irigasi Metro Minta Solusi Tempat Berjualan 

Tribunlampung.co.id,  Metro - Seorang pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bantaran irigasi depan RS Mardiwaluyo meminta solusi berupa tempat baru untuk berjualan.

Hal itu diungkap salah satu PKL, Siti Hawa (52) saat lapak dagangnya ditertibkan oleh Satuan Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Metro.

“Saya udah ngomong untuk minta cari tempat, tapi nggak ada, cuma ngusir aja,” kata dia, Kamis (21/7/2022).

Menurutnya, penertiban tersebut tidak memberi solusi bagi para PKL.

Ia mengaku, dirinya berjualan di situ hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bukan untuk memperkaya diri.

Baca juga: KPU Kabupaten Mesuji Lampung Ajak Warga Pakai Aplikasi Lindungi Hakmu Cek Terdaftar Pemilu 2024

Baca juga: 20 Ruas Tol Bakauheni Palembang Dalam Perbaikan, Pengendara Diimbau Hati-hati

“Sebelumnya, di sini ada tujuh pedagang, tapi hari ini cuma sisa saya sendiri. Kalau tetap ditertibkan, saya tidak tahu, pak, suruh diam di rumah? Mau makan apa pak?” tanya dia.

Sebenarnya, lanjutnya, pihak RS Mardiwaluyo sudah menyediakan tempat bagi para pedagang kaki lima.

“Tapi orangnya kebanyakan, udah penuh. Tempatnya sempit juga,” ujarnya.

Menurutnya, di lokasi tempat Siti berdagang, para penunggu pasien RS bisa merokok.

Sebab, di area rumah sakit jelas tidak boleh merokok.

“Saya berharap omongan saya didengar bahwa saya ini cari makan bukan maling, bukan ngemis. Kalau saya maling, hukum saya. Saya cari makan,” ucapnya dengan lirih.

Warga Ganjarasri itu mengaku sudah lima tahun berjualan lokasi itu.

Namun, saat penertiban dilakukan, pihaknya tidak pernah diberikan solusi berupa tempat untuk berjualan.

Pada kesempatan sama, anak Siti Hawa bernama Yayat Wahyudi (27), mengaku dirinya hanya membantu orang tuanya berdagang dengan mengangkut dagangan.

“Saya bantu ibu saya buka di sini, karena beliau kan tidak bisa ngendarai motor,” katanya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved