Berita Lampung

Cekcok Mulut Berbuntut Penganiayaan, Warga Anak Tuha Lampung Tengah Diringkus

Petugas Polsek Padang Ratu, Polres Lampung Tengah, berhasil membekuk tersangka penganiayaan berinisial YD (33), Rabu (3/8/2022).

Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: soni
Humas Polres Lampung Tengah
Konferensi pers kasus penyerangan dan penganiayaan di Mapolsek Padang Ratu, Lampung Tengah, Rabu (3/3/2022). 

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah Petugas Polsek Padang Ratu, Polres Lampung Tengah, berhasil membekuk tersangka penganiayaan berinisial YD (33), Rabu (3/8/2022).

Warga Kampung Bumi Aji, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah diduga telah menganiaya temannya menggunakan clurit, pada Sabtu (30/7/2022) lalu sekitar pukul 20.00 WIB. 

Pemicu penganiayan karena tersinggung, lalu terjadi selisih paham, dan berujung penyerangan oleh pelaku YD kepada korban berinisial ES.

Pelaku menduga korban, yang sedang duduk santai bersama rekannya di salah satu rumah warga kampung setempat, tengah membicarakannya. 

Hal Itu dijelaskan Kapolsek Padang Ratu Kompol Rahmin, mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, saat menggelar konferensi pers di Mapolsek Padang Ratu.. 

Kapolsek mengatakan, kronologi berawal ketika korban ES (33), warga Kampung Bumi Aji, malam itu sedang duduk santai di rumah warga bersama kedua rekannya (saksi). 

Ia menambahkan, pelaku YD (33) yang juga warga Kampung Bumi Aji, datang menghampiri korban.

"Pelaku salah paham, YD tersinggung mengira korban dan dua saksi sedang membicarakan dirinya, " ujar Kapolsek. 

Kompol Rahmin melanjutkan, seusai itu antara pelaku dan korban, sempat terjadi cekcok mulut atas kesalah pahaman tersebut.

Ia menambahkan, YD yang terlanjur tersulut emosi segera pulang ke rumahnya, untuk mengambil sebilah celurit. 

"Pelaku yang membawa celurit kembali mendatangi korban yang masih duduk bersama rekannya di teras rumah warga," kata Kompol Rahmin.

Ia mengatakan, saat pelaku sampai di TKP, YD langsung mencabut cluritnya, untuk menyerang korban.

Kapolsek menjelaskan, aksi tersebut sempat dihadang (dilerai) oleh saksi namun gagal dan YD berhasil mengayunkan cluritnya ke tubuh ES. 

"Dua saksi yang merupakan teman pelaku hendak melerai dengan menghadang pelaku dan memeganginya namun gagal karena YD terlepas dari pegangan mereka," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved