Berita Terkini Nasional

Harga Mi Instan Akan Naik, Imbas Perang Rusia-Ukrania Ratusan Ton Gandum Tertahan

Tak tanggung-tanggung, harga mi instan diperkirakan akan melambung tiga kali lipat dari harga sekarang. Hal ini imbas perang Rusia-Ukraina.

Editor: Reny Fitriani
TribunTravel
Ilustrasi - Mi instan. Harga mi instan akan naik, imbas perang Rusia-Ukrania ratusan ton gandum tertahan. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Dampak resesi global mulai terasa, perang yang berkecamuk di Eropa diperkirakan akan berimbas pada melonjaknya harga barang kebutuhan pokok, mi instan salah satunya.

Harga makanan favorit anak kos yakni mi instan diperkirakan akan naik.

Tak tanggung-tanggung, harga mi instan diperkirakan akan melambung tiga kali lipat dari harga sekarang.

Setidaknya itulah yang dikatakan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Ia menyebut harga mi instan akan naik tiga kali lipat imbas perang Rusia-Ukraina.

Baca juga: Terungkap Motif Pembunuhan Brigadir J, Pemicu Utamanya Ternyata Sangat Sensitif

Baca juga: Motif Irjen Sambo Bunuh Brigadir J Masih Misteri, Kini Ditahan di Rutan Mako Brimob

Pasalnya, perang antara kedua negara itu membuat ratusan ton gandum tertahan.

Alhasil, pasokan gandum ke sejumlah negara termasuk Indonesia berkurang sehingga harganya jadi naik. Gandum adalah bahan baku untuk membuat mi.

"Belum selesai dengan climate change, kita dihadapkan perang Ukraina-Rusia, di mana ada 180 juta ton gandum tidak bisa keluar, jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya (naik) 3 kali lipat," kata Syahrul dalam webinar Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Senin (9/8/2022).

Syahrul mengatakan stok gandum Indonesia masih tergantung pada impor.

Karenanya, gangguan pasok ini sangat berpengaruh pada kebutuhan dalam negeri.

"Saya bicara ekstrem saja, ada gandum tapi harganya mahal banget. Sementara kita impor terus," kata dia.

Syahrul menjelaskan, kondisi yang saat ini terjadi perlu koordinasi dari berbagai pihak.

Ia meminta pemerintah daerah menguatkan produktivitas pertanian sehingga dampak yang akan dialami dari adanya konflik global tidak terlalu terasa di dalam negeri.

Baca juga: Bharada E Bisa Bebas Jika Terbukti Diperintah Irjen Ferdy Sambo

Baca juga: Berlinang Air Mata Putri Candrawathi: Saya Tulus Mencintai Suami Saya

Selain mi instan yang diprediksi akan mengalami lonjakan, Syahrul mengungkap adanya potensi tersendatnya pasokan pupuk ke Indonesia.

Saat ini Indonesia menjadi importir pupuk dari Rusia maupun Ukraina.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved