Berita Pesawaran
Kronologi Kasus Pembunuhan Pelajar Perempuan di Pesawaran
Kronologi kasus pembunuhan terhadap pelajar perempuan IT alias Inah (15) diungkap di Polres Pesawaran.
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id, Jakarta - Kronologi kasus pembunuhan terhadap pelajar perempuan IT alias Inah (15) diungkap di Polres Pesawaran.
Pelaku pembunuhan berinisal KRS (21) warga Dusun Mekar Jaya Desa Kalirejo Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengungkap kronologi kasus pembunuhan terhadap korban IT alias Inah (15) saat konferensi pers yang digelar Polres Pesawaran.
Dalam kesempatan itu, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad didampingi Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo.
Pandra menjelaskan kasus pembunuhan terungkap bermula dari ditemukannya jasad IT oleh Mugi Utomo seorang penderes karet yang sehari-harinya bekerja di kebun karet Desa Kalirejo.
Penemuan jasad gadis belia tersebut ternyata sesuai dengan identitas seorang warga yang dinyatakan menghilang oleh keluarga pada Senin (5/9) malam sekira pukul 21.00 WIB.
Dari identitas yang sudah ketahui tersebut, kemudian petugas melakukan pendalaman TKP, dan menemukan benda di sekitar jasad yakni pelindung handphone dan pecahan botol.
Setelah dilakukan pendalaman berdasarkan keterangan saksi-saksi serta dari pihak keluarga, akhirnya petugas mulai mendapatkan titik terang dari peristiwa tersebut.
“Titik terang tersebut diambil dari saksi yang pertama kali menemukan jasad korban IT, serta keterangan dari pihak keluarga,” terang Pandra.
Sebelum menghilang, terus Pandra, korban sempat bertemu dengan pelaku di rumahnya sekira pukul 19.00 WIB.
Kemudian berdasarkan keterangan pihak keluarga, pukul 20.00 WIB, korban pergi lagi.
Dari keterangan tersangka, korban dibawa oleh pelaku menuju kebun karet.
“Di lokasi kejadian, pelaku sempat melakukan rudapaksa korban. Kemudian pelaku meminta handphone Oppo A3 milik korban. Namun korban menolak, sehingga pelaku naik pitam dan mencekik leher korban dengan kedua tangan,” ungkap Pandra.
"Selanjutnya, pelaku membuka tali celana korban dan mengikat leher korban sehingga korban tidak berkutik lagi," papar Pandra.
Kemudian, lanjut Pandra, korban dibaringkan di tanah lalu pelaku mencari kayu namun hanya menemukan botol kosong bekas minuman beralkohol.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Pelaku-pembunuhan-berinisal-pria-berinisial-KRS-21.jpg)