Berita Lampung

ASN Lampung Timur Mengakhiri Hidup di Sungai Metro Ternyata Saksi Kasus Bendungan Marga Tiga

ASN Lampung Timur mengakhiri hidup di Sungai Metro ternyata merupakan saksi dalam kasus dugaan tipikor proyek Bendungan Marga Tiga.

Penulis: Yogi Wahyudi | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, Iptu Johannes Erwin Parlindungan Sihombing. ASN Lampung Timur mengakhiri hidup di Sungai Metro ternyata saksi kasus Bendungan Marga Tiga. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Timur - Beberapa hari yang lalu warga Kota Metro dan Kabupaten Lampung Timur, sempat digegerkan penemuan ASN Lampung Timur yang mengakhiri hidup di Sungai Batanghari Metro.

ASN Lampung Timur tersebut yakni berinisial HS (50) warga Metro Selatan.

HS ditemukan mengakhiri hidup di pinggiran anak sungai Batanghari oleh warga pada Minggu (18/9/2022). 

HS adalah salah satu ASN di Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Timur.

Selain itu, ternyata HS juga merupakan saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait uang ganti rugi untung tanam tumbuh proyek bendungan Marga Tiga, Lampung Timur.

Baca juga: Sebanyak 497.144 Warga Miskin di Lampung Selatan Terkover BPJS Kesehatan

Baca juga: Pria di Lampung Tengah Tewas Dianiaya, Setelahnya Pelaku Ngaku Salah Sasaran

Saat dikonfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, Iptu Johannes Erwin Parlindungan Sihombing, membenarkan hal tersebut, Rabu (21/9/2022). 

Menurut Iptu Johannes, Satreskrim Polres Lampung Timur, masih terus melakukan pendalaman terhadap indikasi kerugian negara atas proyek tersebut. 

Ia juga mengatakan, HS merupakan salah satu saksi dalam kasus tersebut.

"Kalau ditanya dia dalam rangkaian penyelidikan, itu benar. Ya masih dalam tahap klarifikasi," ujar Iptu Johannes.

HS merupakan salah satu saksi yang berstatus sebagai satuan tugas (Satgas) di Dinas Pertanian.

"Dalam artian, dia ini dalam satgas bendungan itu, dia berstatus sebagai satgas," ungkapnya.

"Sifatnya juga saat ini masih klarifikasi, karena masih rangkaian lidik, yang pasti masih proses itu," sambungnya.

Kendati demikian, pihaknya menyangkal jika HS adalah satu-satunya saksi kunci dalam kasus tersebut.

"Kalau dibilang sebagai saksi kunci, tentu tidak, karena posisinya dalam rangkaian ini masih penyelidikan semua," sangkal Iptu Johannes.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved