Berita Lampung
Gefan Refando Bocah Pemungut Singkong di Mesuji Akhirnya Dapat Melanjutkan Sekolah
Gefan Refando bocah pemungut singkong di Mesuji Lampung akhirnya dapat melanjutkan sekolah di SD Negeri 1 Simpang Pematang.
Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Mesuji - Gefan Refando bocah pemungut singkong di Mesuji akhirnya dapat melanjutkan sekolah di SD Negeri 1 Simpang Pematang.
Bocah pemungut singkong di Mesuji dapat bersekolah kembali setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mesuji melakukan upaya penjemputan Gefan Refando untuk mengajaknya melanjutkan sekolah, Kamis (29/9/2022).
Kepala Disdikbud Mesuji Andi S Nugraha mengatakan bahwa Disdikbud Kabupaten Mesuji telah mendaftarkan Gefan Refando di sekolah tersebut.
"Sebab, selama ini Gefan yang tinggal di Desa Suka Agung, Kecamatan Way Serdang hanya sekolah di kelas satu SD saja," ujarnya.
Ia pun melanjutkan bahwa kedatangannya ini hanya menjalankan amanat undang-undang agar Gefan Refando dapat sekolah kembali.
Baca juga: Polres Way Kanan Gelar Vaksin Booster Kedua Bagi Personel Polri
Baca juga: 5 Guru Besar UIN Lampung Dikukuhkan, Rektor Wan Jamaluddin: Maksimalkan Potensi yang Ada
Andi pun tidak lupa meminta kepada pihak sekolah nantinya untuk tidak membeda-bedakan kepada peserta didik yang lain.
Mengenai fasilitas atribut sekolah, Andi pun menyebut telah dipenuhi kebutuhannya.
Sedangkan untuk kelangkapan administrasi data kependudukan (adminduk) akan segera diproses.
"Karena alamatnya masih di Unit II Tulang Bawang, Adiminduk itu bakal kita proses," ucapnya.
Kesempatan yang sama juga disampaikan oleh ibu kandung Gefan Refando bernama Sri Utari.
Menurutnya anaknya tidak bisa melanjutkan sekolah karena masalah adminduk.
"Anak saya pernah saya daftarkan sekolah tetapi terhambat Kartu Keluarga, karena alamat kami inikan di Tulang Bawang," ungkapnya.
Hingga akhirnya anaknya pun dapat bersekolah, dan ia mengaku sangat bersyukur karena pemerintah setempat mau menyekolahkan anaknya.
Selain itu, Gefan sendiri merasa sangat senang bisa kembali melanjutkan sekolah.
Karena selama ini bekerja memungut singkong, namun ia mengakui jika pekerjaan yang dilakukannya itu tanpa paksaan siapapun.