Tragedi Arema di Kanjuruhan

Duka Tragedi Kanjuruhan, Balafans: Tak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa

Balafans menyebut tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang ini menjadi duka mendalam bagi dunia sepak bola tanah air. 

suryamalang
Ilustrasi kerusuhan terjadi setelah Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang. Balafans di Lampung ikut berbelasungkawa karena tidak ada sepek bola seharga nyawa manusia. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Basis suporter sepak bola, Badak Lampung (Balafans) turut berbelasungkawa atas tragedi Arema di Kanjuruhan Malang yang menewaskan hingga ratusan orang.

Tragedi Arema di Kanjuruhan Malang itu terjadi setelah laga Arema FC melawan Persebaya. Balafans pun turut berduka atas ratusan suporter yang meninggal dan terluka itu.

Balafans menyebut tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang ini menjadi duka mendalam bagi dunia sepak bola tanah air. 

"Kami Balafans Turut berbela sungkawa sebesar-besarnya, terhadap korban yang meninggal dan luka," kata Koordinator Lapangan Balafans Kori Andrian, Minggu (2/10/2022).

Kori menuturkan, Balafans mengecam keras kerusuhan yang terjadi tersebut. 

Baca juga: 127 Orang Meninggal Dunia dalam Kerusuhan Kanjuruhan Malang, 2 Anggota Polisi

Baca juga: Bawaslu Pesisir Barat Sikapi Dugaan Pelanggaran Oknum ASN Kepala Dinas

"Kami menyatakan mengecam kerusuhan yang menyebabkan korban jiwa karena tidak ada sepak bola seharga nyawa manusia," ujarnya.

Untuk itu, Balafans meminta seluruh pihak terkait untuk bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa nahas itu.

Selain itu, Balafans meminta Polri dan jajarannya serius mengusut tuntas hingga memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti bersalah.

"Kami juga meminta pihak terkait  termasuk LIB dan PSSI bertanggung jawab. Dan kami juga meminta Kapolri serius melakukan investigasi dan berikan sanksi hukum kepada pihak yang terbukti lalai dan bersalah," kata dia.

Dia berharap, tragedi Kanjuruhan mejadi pelajaran bagi suporter di Lampung.

Diketahui Insiden kerusuhan di Satdion Kanjuruhan Malang itu  bermula saat Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya 2-3.

Seusai pertandingan, ribuan Aremania mendesak masuk ke lapangan Stadion Kanjuruhan Malang.

Baca juga: Satu Polisi Trenggalek Meninggal saat Bertugas dalam Tragedi Arema di Kanjuruhan

Baca juga: Perusahaan Merugi, 3000 Pekerja Kapal Bakauheni Merak Terancam Dirumahkan

Melihat ribuan suporter masuk ke lapangan, pihak keamanan dari Polri dan TNI langsung melakukan pengamanan.

Kejadian berlanjut dengan aksi lempar-lemparan antara suporter dengan petugas keamanan. Lantaran kalah jumlah personel dan suporter tak dapat dikendalikan, petugas keamanan akhirnya mengeluarkan gas air mata.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved