Rektor Unila Ditangkap KPK

Prof Heryandi Bakal Ajukan Justice Collaborator di Perkara Penerimaan Mahasiswa Baru Unila

Sopian Sitepu, selaku penasehat hukum Wakil Rektor Unila bidang Akademik Prof Heryandi jelaskan kliennya akan ajukan Justice Collaborator (JC).

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Sopian Sitepu (kiri) pengacara mantan Wakil Rektor Unila bidang Akademik Prof Heryandi dan Resmen Kadapi (kanan) pengacara dari Andi Desfiandi. Sopian jelaskan kliennya bakal ajukan diri sebagai Justice Collaborator. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Prof Heryandi, salah satu tersangka dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK perkara penerimaan mahasiswa baru 2022 Universitas Lampung (Unila) bakal ajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC).

Hal itu disampaikan Sopian Sitepu, selaku penasehat hukum atau pengacara mantan Wakil Rektor Unila bidang Akademik Prof Heryandi untuk recananya bantu ungkap perkara penerimaan mahasiswa baru 2022 Unila.

Pengajuan Justice Collaborator bakal disampaikan Prof Heryandi ketika penyidik KPK memeriksa mantan Wakil Rektor Unila bidang Akademik ini di perkara penerimaan mahasiswa baru 2022 Unila.

Sopian Sitepu, pengacara Prof Heryandi, saat dihubungi Tribun Lampung, Minggu (2/10/2022) jelaskan permintaan kliennya tersebut.

Sopian jelaskan, Prof Heryadi masih menunggu agenda-agenda pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik KPK.

Baca juga: Harga Cabai Merah di Pesisir Barat Lampung Anjlok, Jadi Rp 45 Ribu per Kilogram

Baca juga: Kepergok Korban, Pencuri Motor di Lampung Tengah Nyaris Diamuk Warga

Saat ini kliennya Prof Heryandi dalam keadaan sehat walafiat dan berada di dalam ruang tahanan.

Dijelaskan oleh Sopian, bahwa pihaknya masih menunggu agenda dari penyidik KPK untuk pemeriksaan kliennya tersebut.

Termasuk juga bahwa penasehat hukum tersangka ini berencana akan melakukan upaya hukum untuk JC.

"Jadi perihal pengajuan JC, akan kami putuskan saat pemeriksaan kliennya berikutnya," kata Sopian

Jadi pihaknya akan mengajukan JC kepada penyidik itu akan dilihat perkembangan saat pemeriksaan berikutnya.

Dijelaskan oleh Sopian bahwa JC adalah pelaku tindak pidana yang bersedia bekerja sama dengan aparat penegak hukum (APH).

Dengan harapan untuk membongkar kasus tindak pidana tertentu yang terorganisir dan menimbulkan ancaman serius.

Baca juga: Dalami Kasus Mantan Rektor Unila Prof Karomani, KPK Periksan Rektor Untirta Prof Fatah Sulaiman

Baca juga: Tiga Saksi Tidak Hadir Pemeriksaan KPK dalam Kasus Mantan Rektor Unila Prof Karomani

Adapun tindak pidana tertentu yang dimaksud seperti korupsi, terorisme, narkotika.

Lalu pencucian uang, perdagangan orang, maupun tindak pidana terorganisir yang lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved