Kesehatan
Mengenal Dua Penyebab yang Bisa Mempengaruhi Gangguan Kesehatan Mental Seseorang
Penyebab gangguan kesehatan mental seseorang dipengaruhi oleh dua faktor yakni genetik dan lingkungan.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Teguh Prasetyo
Kemudian dia juga bisa menarik diri dari pergaulan dengan anak-anak lain, dan dia terlihat selalu murung.
Contoh perubahan perilaku pada remaja atau yang sedang dalam masa puber dan dewasa yakni dia banyak diam dikamar, tidak mau merawat diri, malas mandi, dan tidak mau melakukan kegiatan apapun.
Sementara itu ciri-ciri gangguan kesehatan mental yang berat adalah sudah lepas dari dunianya, dan sering berhalusinasi.
Gangguan kesehatan mental berat juga bisa membuatnya menyakiti orang lain dan dirinya sendiri.
Bahkan gangguan kesehatan mental juga bisa membuatnya sampai memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya.
Untuk menyatakan seseorang sudah mengalami gangguan kesehatan mental yang berat memerlukan diagnosa yang panjang
Baca juga: Perpanjangan PPKM Darurat Berdampak Bagi Kesehatan Mental
Sekretaris Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah Lampung Cindani Trika Kusuma, M.Psi, Psikolog menambahkan, cara mengatasi gangguan kesehatan mental yang berat, berbeda dengan cara mengatasi gangguan kesehatan yang ringan.
Kalau gangguan kesehatan mental yang masih ringan mengatasinya dengan dukungan keluarga, konsultasi dengan psikolog atau psikiater, dan tidak memerlukan obat-obatan.
Sedangkan gangguan kesehatan mental yang berat diatasinya tidak hanya denga dukungan keluarga dan konsultasi tapi harus dengan obat-obatan.
Dukungan keluarga dan orang sekitar memang sangat diperlukan untuk orang-orang yang mengalami gangguan kesehatan mental.
Misalnya ada kalau ada anggota keluarganya yang mengalami gangguan kesehatan mental hingga membuatnya ingin mengakhiri hidup, dukungan yang diberikan terutama dalam bentuk empati, dan bukan simpati atau menghakiminya.
Empati itu seperti dengan mencoba memahami apa yang sedang dialaminya, seberat apakah, dan apakah tidak ada cara untuk menyelesaikannya hingga memutuskan untuk menyelesaikan dengan cara mengakhiri hidup.
Salah satu cara untuk memahaminya dengan mengajaknya untuk bicara, menemaninya, dan tidak mengabaikannya
Sebab seseorang yang memiliki keinginan mengakhiri hidup sebenarnya butuh dipahami dan tidak diabaikan oleh orang sekitarnya, agar keinginannya untuk mengakhiri hidup bisa dihilangkan.
Kalau sudah melakukan cara ini namun orang itu masih memiliki keinginan mengakhiri hidup, bisa mengajaknya konsultasi dengan psikolog atau psikiater. (Tribunlampung.co.id/Jelita Kinanti)