Sekeluarga di Way Kanan Dibunuh

Profil Kapolres AKBP Teddy Rachesna yang Menangani Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Way Kanan

Polres Way Kanan berhasil mengungkap kasus pembunuhan satu keluarga di Way Kanan. Keberhasilan tak lepas dari tangan dingin AKBP Teddy Rachesna.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi pribadi
Profil Kapolres AKBP Teddy Rachesna yang menangani kasus pembunuhan sekeluarga di Way Kanan. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Polres Way Kanan berhasil mengungkap kasus pembunuhan satu keluarga di Marga Jaya Negara Batin Way Kanan.

Keberhasilan tersebut tak lepas dari tangan dingin AKBP Teddy Rachesna selaku Kapolres Way Kanan yang baru menjabat 8 bulan terakhir.

Adapun prinsip yang selalu dipegangnya selama 19 tahun mengabdikan diri sebagai anggota kepolisian yakni tulus melayani masyarakat untuk ladang ibadah.

"Jadi dengan kita tulus melayani masyarakat harapannya sebagai ladang ibadah," kata Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna kepada Tribun Lampung, Sabtu (8/10/2022).

Perwira lulusan Akpol 2003 ini menjelaskan bahwa selama beberapa bulan terakhir dirinya sebagai Kapolres Way Kanan selain mengungkap kasus pembunuhan satu keluarga, kasus yang menonjol berhasil diungkapnya yakni pembunuhan, suami bunuh istri di Way Tuba.

Baca juga: Berita Lampung Terkini 7 Oktober 2022, Satu Keluaga di Way Kanan Dikubur di Septic Tank

Baca juga: Pemotor Tewas Tertabrak Fuso di Jalan Lintas Sumatera Natar Lampung Selatan

Ia pun memberikan pesan kepada anggota kepolisian, untuk menjadi panutan maka harus menjalani profesi dengan penuh tanggung jawab.

Jika ada kejadian dan laporan dari masyarakat maka harus cepat merespon.

"Harus dengan tulus menjalani profesi sebagai polisi dan melakukannya seperti ibadah," ujarnya.

Kepada aparat kepolisian secara menyeluruh dirinya berpesan untuk menjaga marwah kepolisian.

Untuk menjadi polisi yang profesional maka harus patuhi kode etik.

"Selain menjalankan tugas pokok dan tugas rutin, kita juga mengungkap kasus yang menonjol," kata suami dari Pontika Febrianti ini.

Lalu pendekatan kepada masyarakat secara berkesinambungan dan harmonis.

Kedepannya untuk pencitraan ataupun meningkatkan citra Polri itu dirinya sudah menyampaikan kepada jajaran sampai ke anggota Polsek jangan sampai ada sumbatan komunikasi.

Baik itu antara masyarakat atau wartawan kepada polisi.

"Diharapkan semua media sosial dan handphone yang digunakan untuk pelayanan pengaduan masyarakat harus dimaksimalkan," kata anak kedua atau bungsu dari pasangan Tumiran Santoso dan Yeniwati.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved