Berita Lampung

Seni Kuda Lumping Desa Fajar Baru Meriahkan Jati Agung Fair Lampung Selatan

Menurut Kades Fajar Baru Agus Budiantoro, atraksi kuda lumping di Jati Agung Fair Lampung Selatan sebagai bentuk upaya melestarikan budaya.

dok Desa Fajar Baru
Seni kuda lumping Desa Fajar Baru tampil dalam acara Jati Agung Fair Lampung Selatan. Penampilan tersebut dalam rangka memperkenalkan kepada kaum muda supaya dapat ikut melestarikan seni budaya. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan- Kesenian kuda lumping Desa Fajar Baru ikut memeriahkan Festival Jati Agung Fair yang dibuka Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto

Festival Jati Agung Fair yang dimeriahkan dengan seni kuda lumping ini berlangsung tiga hari sejak Senin - Rabu, 17-19 Oktober 2022 di Lapangan Kantor Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan.

Festival Jati Agung fair diwarnai berbagai pertujukan penggiat seni dan budaya seluruh Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Diantaranya kuda lumping

Salah satunya kesenian budaya kuda lumping Tri Rahayu Budaya di bawah binaan Kades Fajar Baru, M. Agus Budiantoro. 

Menurut Kades Fajar Baru Agus Budiantoro, penampilan atraksi kuda lumping sebagai bentuk melestarikan seni budaya tradisional yang harus terus dipelihara.

"Kami menampilkan atraksi kuda lumping dibawah pimpinan saudara Sardi sebagai upaya melestarikan budaya tradisional Indonesia. Apalagi era saat ini sangat sedikit generasi muda yang mengenal budaya-budaya nusantara," kata Budiantoro, Kamis (20/10/2022).

Baca juga: Pemotor Pingsan Dipukuli Begal di Jalinsum Natar Lampung Selatan, Motor Raib

Baca juga: Pencuri di Lampung Selatan Tertangkap saat Terjatuh dari Motor

Budiantoro menerangkan, selain sebagai sebuah pertunjukan seni, atraksi kuda lumping tersebut sebagai bentuk hiburan murah.

Harapannya para kaum muda nantinya akan lebih tertarik untuk mau berkecimpung dalam kesenian daerah.

Menurut dia, kesenian daerah seperti kuda lumping bila dikelola dengan baik kedepan bisa menjadi potensi wisata yang bisa menghasilkan income.

Selain atraksi kuda lumping, lanjut Budiantoro, Desa Fajar Baru juga berpartisifasi dalam pameran produk olahan UMKM unggulan.

“Desa kami juga ikut memaerkan produk olahan di Jati Agung Fair 2022, ada kantong belanja dari karung, Tas hp atau tas cangking, craf tapis, pernak pernik yang merupakan hasil produk olahan ibu-ibu PKK bidang UP2K,” ungkapnya. 

Festival Jati Agung Fair sendiri dihadiri ratusan masyarakat yang disuguhkan seni dan budaya seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Anoman Obong, Tari Kreasi, Tari Turi-Turi Putih, Parade Budaya hingga Tari Kolosal.

Selain itu dalam acara ini juga dimeriahkan kehadiran sejumlah stand Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta berbagai permainan dan jajanan pasar.

Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengatakan, festival Jati Agung Fair 2022 merupakan bagian rangkaian Lampung Selatan Expo 2022 yang akan berlangsung pada November mendatang.

Nanang menyebut, pada kegiatan ini tim kabupaten akan menilai produk UMKM unggulan dari masing-masing desa se-Kabupaten Lampung Selatan.

Lebih lanjut Nanang mengatakan, Pemerintah Daerah ingin menggali potensi yang ada melalui Tim dari Kabupaten yang akan menilai bagaimana kreativitas dan inovasi desa-desa. 

“Ini (potensi) yang akan kita kemas menjadi Lampung Selatan Expo. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa mendapatkan manfaat. Siapa lagi yang membangun wilayah kalau bukan kita," kata Nanang.

Dia berharap melalui Jati Agung Fair 2022 dapat kembali meningkatkan daya beli masyarakat desa, sehingga bisa menjadi pelopor dalam membangkitkan kondisi perekonomian masyarakat Kabupaten Lampung Selatan akibat pandemi COVID-19. 

(Tribunlampung.co.id/Romi Rinando)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved