Berita Lampung

Pemicu Kericuhan 2 Kubu Mahasiswa di UM Metro Diduga Akibat Berebut Kader

Kericuhan antar mahasiswa di UM Metro pada Rabu (16/11/2022) lalu diduga disebabkan perebutan kader ketika Mastama (Ospek) September 2022 lalu.

Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
tangkap layar video beredar
Kericuhan yang terjadi antar kelompok mahasiswa di UM Metro diduga karena berebut kader antara dua kubu. 

"Setelah itu chandra dan fico datang dan marah ke saya, mereka bilang kenapa malah saya menculik adik mereka," tuturnya.

Setelah itu sempat terjadi percekcokan dan kemudian terjadi kericuhan.

"Kemudian sempat terjadi percekcokan, tiba-tiba Chandra memukul saya, dan Fico melempar kursi
karena itu, adik-adik saya dari HMI merasa tidak terima dan sempat terjadi ricuh," tukasnya.

Dilain kesempatan, Ketua IMM Fakultas Hukum UM Metro, Fiko Mahardika mengatakan kericuhan tersebut terjadi berawal dari pemukulan terhadap adik tingkatnya.

"Itu ada adek tingkat saya di IMM yang ditampar oleh senior mereka. Adik saya itu bilang ke saya, kemudian saya datang berdua dengan Chandra," ujarnya.

Kemudian pihaknya menanyakan terkait pemukulan tersebut.

"Kemudian saya tanya kenapa ditampar kenapa gak dibicarakan baik-baik," tuturnya.

Akibat kericuhan tersebut, ia mengatakan terdapat enam orang korban dari pihaknya yang mengalami luka-luka dan ada satu perempuan yang mengalami patah jari tangan.

Ia menduga, kericuhan tersebut diakibatkan masalah ketika Mastama September 2022 lalu.

"Peristiwa ketika mastama ada anggota kita IMM yang ingin masuk ke ruangan tetapi ditahan oleh anggota HMI ,lalu kita gak bisa masuk kemudian kami ngalah," kata dia.

Kemudian, hal tersebut diungkit kembali oleh pihak HMI terkait insiden pendorongan paksa pintu ketika mastama tersebut.

"Kemarin di ungkit lagi, dan ditanya kenapa sampai didorong pintu itu, ketika ditanyai kemudian disitu Heri menampar Moris itu, dan Moris itu melapor ke kita," tukasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun, kedua belah pihak saat ini sudah membuat laporan kepolisian.

Hingga saat ini, kedua belah pihak mengaku belum ada mediasi dari pihak Universitas Muhammadiyah Metro.

(Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved