Tempat Wisata di Lampung

Dapur Cheng Ho Tempat Kuliner di Lampung, Santap Ikan Sambil Nikmati Pemandangan Bukit

Pemandangan sawah hijau serta hamparan taman luas tempat kuliner di Lampung satu ini semakin membuat dapur Cheng Ho asyik untuk menikmati ikan bakar.

Tribunlampung.co.id/Riana Mita Ristanti
Santap ikan bakar di Dapur Chang Ho Pringsewu, tempat kuliner di Lampung yang menyajikan pemandangan bukit dan sawah. 

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Dapur Cheng Ho, tempat kuliner di Lampung untuk menyantap ikan bakar di bawah kaki bukit wilayah Kabupaten Pringsewu.

Dapur Cheng Ho, tempat kuliner di Lampung yang berada di kaki bukit Pekon Panjerejo, Gadingrejo, Pringsewu ini memanjakan setiap mata pengunjung yang ingin menikmati ikan bakar fresh.

Pemandangan sawah hijau serta hamparan taman yang luas tempat kuliner di Lampung satu ini semakin membuat dapur Cheng Ho asyik untuk menikmati gurihnya ikan bakar.

Tempat yang memiliki luas 1 hektare dan mampu menampung 500 orang ini buka dari pukul 09.00 - 21.00 WIB setiap hari.

Owner Dapur Cheng Ho, Wahyudi (41) mengatakan, Dapur Cheng Ho merupakan rumah makan keluarga yang mengusung tema perbukitan yang asri.

Terbukti, saat makan, pengunjung dimanjakan dengan barisan bukit diberbagai sisi.

Baca juga: Tempat Kuliner di Lampung, Rasakan Pedasnya Bakso Seafood Kuah Merapi

Baca juga: Kue Bolen Nisa, Kuliner di Lampung yang Terasa Lembut di Mulut

Hal itulah yang menjadikan Dapur Cheng Ho beda dengan rumah makan kebanyakan.

Ia mengatakan, meski baru sepekan terkahir dibuka, namun Dapur Cheng Ho sudah diserbu pengunjung.

Dalam sehari, ia mengaku, pengunjung yang datang mencapai datusan orang.

Wahyudi juga menyebut, menu andalah di Dapur Cheng Ho ini adalah berbagai olahan ikan bakar.

Uniknya, proses pembakaran ikan di Dapur Cheng Ho ini tak menggunakan kipas, akan tetapi hanya memanfaatkan angin sepoi-sepoi yang berasal dari alam.

"Ini juga ciri khas kita, kalau di tempat lain mungkin ikannya di kipas manual atau kipas angin dalam proses pembakaran. Akan tetapi kalau di sini hanya menggunakan angin alam saja," kaya Wahyudi saat ditemui Tribun Lampung, Sabtu (19/11/2022).

Wahyudi menyebut, dengan hanya mengandalkan angin yang berasal alam, tingkat kematangan yang didapatkan akan berbeda.

Selain itu, ia juga menggunakan bumbu kuning rahasia yang dioleskan ke ikan dengan menggunakan sereh yang diikat seperti kuas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved