Lampung Bangkit

Melalui Wisata Gastronomi, Hantoni Hasan Ingin Masyarakat Tahu Sejarah Seruit, Makanan Khas Lampung

Meskipun sama-sama menikmati makanan dan minuman, wisata gastronomi rupanya memiliki pengertian berbeda dengan wisata kuliner

Istimewa
Calon Gubernur Lampung Hantoni Hasan (tengah) berfoto bersama kalangan milenial dari berbagai komunitas usai berdiskusi pada pekan kemarin. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Mencicip kuliner khas suatu daerah tentu sudah menjadi kebiasaan banyak orang.

Kebiasaan lazim ini biasa disebut wisata kuliner. Lalu bagaimana dengan wisata gastronomi, banyak kah yang tahu?

Meskipun sama-sama menikmati makanan dan minuman, wisata gastronomi rupanya memiliki pengertian berbeda dengan wisata kuliner.

Di Lampung, Bakal Calon Gubernur Lampung (Bacagub) Hantoni Hasan berkeinginan untuk mengenalkan lebih dekat konsep wisata gastronomi kepada masyarakat.

Ini dilakukan dengan tujuan agar masyarakat, khususnya dari luar Lampung, bisa mengenal lebih dekat makanan khas Lampung yang bernafaskan kearifan local.

Sebut saja seruit, yang menjadi makanan khas tradisional masyarakat Lampung.

Hantoni Hasan menuturkan, wisata gastronomi menekankan pengalaman, tidak hanya menikmati cita rasa pada hidangan makanan.

Baca juga: Bukan Cuma Modal, Pelaku Usaha Juga Wajib Dibekali Informasi, Hantoni Hasan: Biar Tahu Bisnis Proses

Baca juga: Begini Konsep Pembangunan yang Bakal di Usung Hantoni Hasan untuk Membangun Lampung

Tetapi juga menggali informasi mengenai sejarah, budaya, dan praktik keseharian masyarakat khususnya Lampung sehingga satu makanan seperti seruit bisa tercipta.

“Artinya, wisata gastronomi mengalami apa yang tersaji. Misalnya di balik sepiring nasi hangat dan seruit, apa saja yang terkandung didalam seruit. Ada sambal, ada ikan, lalu ada apa lagi. Dan tentunya bagaimana dulu bisa tercipta seruit itu,” ungkap Calon Gubernur Lampung Hantoni Hasan kepada Tribunlampung.co.id belum lama ini.

Hantoni Hasan yang berniat maju pada kontestasi Pilgub Lampung 2024 itu menuturkan, ketika menikmati makanan tradisional Lampung dalam konteks wisata gastronomi, masyarakat akan diajak untuk menggali sejarah dan budaya serta mengalami proses pembuatan seruit dan makanan khas Lampung lainnya.

Dalam praktik yang lebih luas, wisata gastronomi di Indonesia banyak sekali bentuknya. Seperti agrowisata, festival makanan, pasar petani, demo memasak, dan lain sebagainya.

Karenanya, Hantoni Hasan bakal mengembangkan wisata gastronomi yang bernafaskan kearifan lokal di Provinsi Lampung.

Wisata gastronomi erat kaitannya dengan tata boga atau lebih familier dengan istilah wisata kuliner.

Namun dalam konteks ini, Hantoni Hasan menilai, wisata gastronomi bukan hanya menyajikan wisata makanan atau kuliner saja.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved