Kebakaran di Pasar Natar
Mobil Water Canon Brimob dan 3 Damkar Bantu Padamkan Kebakaran Pasar Natar Lampung Selatan
Pemadaman mulanya dilakukan warga setempat lalu tiba mobil water canon Brimob dan 3 Damkar Lampung Selatan.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Tiga mobil pemadam kebakaran dan satu mobil Water Canon Brimob Kompi 3A padamkan kebakaran di Pasar Natar Lampung Selatan.
Upaya pemadaman kebakaran di Pasar Natar semula dilakukan warga lalu mobil Water Canon Brimob Kompi 3A, barulah tiba tiga Mobil Pemadam Kebakaran Lampung Selatan.
Akhirnya kobaran api dalam kebakaran di Pasar Natar Lampung Selatan bisa dipadamkan sekira pukul 13.30 WIB.
Kabid Damkar BPBD Lampung Selatan, Rully mengatakan pihaknya mengerahkan tiga unit mobil pemadam untuk menghentikan kobaran api.
"Jam 11.46 WIB kami terima laporan dari anggota kami bahwa ada kebakaran di Pasar Natar,"
"Mendapat informasi tersebut kami langsung menuju ke lokasi dibantu anggota dari pos Jati Agung, Pos Sidomulyo, dan Pos Tanjung Bintang," jelasnya
Baca juga: Pekerja di Pesisir Barat Minta Disnaker Awasi Penerapan Kenaikan UMP Lampung
Baca juga: Promo Diskon hingga 70 Persen di Hardware Mal Kartini
Sementara itu, Tohir saksi mata sekaligus koordinator keamanan pasar natar mengatakan, sebelum mobil pemadam kebakaran tiba, proses pemadaman api dilakukan secara manual oleh warga setempat.
Tak lama kemudian, mobil Water Canon Brimob Kompi Natar tiba di lokasi untuk membantu memadamkan api.
Selanjutnya, Tohir mengatakan mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekita pukul 12.30 WIB.
"Awalnya dipadamin sama warga dulu, baru datang mobil pemadam punya Brimob karena lokasinya paling dekat," ujar Tohir.
"Setelah itu baru disusul sama mobil pemadam kebakaran," lanjutnya.
Kobaran api akhirnya bisa dipadamkan sekira pukul 13.30 WIB.
Beruntung tak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Adapun kedua ruko yang tersebut merupakan toko sepatu Elsa milik Susi Susanti dan kios makanan ringan milik Sumantri.
Namun, kerugian materi yang diakibatkan mencapai kurang lebih mencapai Rp 66 juta milik Toko Elsa.