Berita Lampung

Kerap Palak Karyawan Pertashop, Seorang Pria di Lampung Tengah Ditangkap Polisi

Pelaku kerap menodong karyawan Pertashop Jalan Raya Kampung Gaya Baru II, Kecamatan Seputih Surabaya sambil bawa senjata tajam pisau jenis badik.

Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: Tri Yulianto
Net
Ilustrasi. Polsek Seputih Surabaya tankap pelaku pemalakan dan barang bukti berupa pisau badik karena kerap palak karyawan Pertashop. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Polsek Seputih Surabaya, Polres Lampung Tengah, Polda Lampung tangkap pelaku pemalakan terhadap karyawan Pertashop di Seputih Surabaya. 

Pelaku yang biasa dikenal sebagai preman berinisal BI (42) ini diamankan Polsek Seputih Surabaya, Polres Lampung Tengah, Polda Lampung di rumahnya. 

Polsek Seputih Surabaya, Polres Lampung Tengah, Polda Lampung tangkap preman itu karena kerap lakukan pemalakan terhadap Rahmad (22) karyawan Pertashop.

Pelaku yang merupakan warga Kampung Mataram Ilir, Kecamatan Seputih Surabaya Lampung Tengah ditangkap pada Sabtu pagi (3/12/2022).

Preman ini kerap melakukan pemalakan terhadap karyawan Pertashop di Seputih Surabaya.

Dalam aksinya, BI kerap mengancam korban dengan senjata tajam (sajam) jenis badik.

Baca juga: Membela Diri usai Truknya Dipukul, Seorang Sopir Dikeroyok 3 Preman di Lampung Tengah

Baca juga: Sopir Truk Dikeroyok 3 Preman di Lampung Tengah, Berawal dari Bos, Kopi Bos

Hal itu dijelaskan oleh Kapolsek Seputih Surabaya Iptu Y Budi Santoso.

Menurut Kapolsek, BI melakukan aksi terakhirnya pada Jumat 2 Desember 2022 sekira pukul 07.30 WIB. 

Lokasi Pertashop di Jalan Raya Kampung Gaya Baru II, Kecamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah.

Mulanya, pelaku datang ke Pertashop dan meminta uang sebesar Rp 100 ribu kepada korban.

Namun korban hanya memberikan uang sebesar Rp 20 ribu.

"Pelaku sebelumnya sudah seringkali meminta uang kepada korban,” kata Kapolsek kepada Tribun Lampung, Sabtu (3/12/2022).

Kapolsek mengatakan, pelaku tak terima diberi uang Rp 20 ribu dan bersikeras meminta uang sebesar Rp 100 ribu kepada korban.

Karena merasa dirugikan, korban tetap tidak memberikan uang tambahan kepada pelaku.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved