Lampung Bangkit

Hantoni Hasan Soroti Keluhan Petani di Ulu Belu Tanggamus yang Sulit Dapat Pupuk Subsidi

Hantoni Hasan merasa prihatin atas nasib petani yang kerap mengeluh sulit mendapat pasokan pupuk subsidi.

istimewa
Hantoni Hasan Bakal Calon Gubernur Lampung (paling kanan) saat berdiskusi dengan petani kopi di Kecamatan Ulu Belu Kabupaten Tanggamus, Selasa (27/09/2022). Persoalan distribusi pupuk subsidi yang kerap sulit seperti yang dirasakan petani mendapat sorotan dari Hantoni Hasan. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Persoalan distribusi pupuk subsidi yang kerap sulit seperti yang dirasakan petani mendapat sorotan dari Bakal Calon Gubernur Lampung Hantoni Hasan.

Sampai-sampai Hantoni Hasan tercetus ide ingin membangun pabrik pupuk di Lampung.

Hantoni Hasan berharap keberadaan pabrik pupuk yang pengelolaannya dibawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu nanti bisa mengatasi beragam persoalan tersendatnya distribusi pupuk yang kerap dirasakan petani.

Hantoni Hasan merasa prihatin atas nasib petani yang kerap mengeluh sulit mendapat pasokan pupuk subsidi.

Keluhan akan sulitnya mendapat pupuk subsidi itu didapati Hantoni Hasan ketika blusukan menemui petani kopi diwilayah Ulu Belu Kabupaten Tanggamus beberapa waktu lalu.

Hantoni Hasan yang digadang-gadang bakal maju pada kontestasi Pilgub Lampung 2024 itu memandang, pupuk merupakan salah satu sarana produksi pertanian dan perkebunan.

Baca juga: Hantoni Hasan Ingin Lampung Punya Pabrik Pupuk yang Dikelola BUMD Milik Pemerintah Daerah

Baca juga: Hantoni Hasan Minta Saran Tokoh Adat untuk Kembangkan Wisata Gastronomi di Lampung

Hantoni Hasan yang mengusung tagline Lampung Bangkit pada kontetasi Pilgub Lampung 2024 itu memandang, persoalan pupuk ini harus menjadi perhatian bersama pemerintah daerah di Lampung.

Sebab, menurut Hantoni Hasan, ini sangat penting karena pupuk merupakan kebutuhan utama petani.

"Namun persoalannya pupuk ini subsidinya tidak cukup, begitu dibutuhkan keberadaanya langka dan kalau pun ada harganya mahal. Ini kan berarti ada permainan disitu. Sehingga pemenuhan untuk petani jadi masalah," terang Hantoni Hasan kepada Tribunlampung.co.id beberapa waktu lalu.

Melihat fenomena itu, Hantoni Hasan lalu mencoba menggali informasi dari petani kopi di Kecamatan Ulu Belu Kabupaten Tanggamus.

Hantoni turun blusukan menemui petani untuk mendapat informasi konkret seperti apa pasokan pupuk yang selama ini selalu disebut pemerintah aman sampai ke petani.

"Di Ulu Belu saya diskusi dengan petani kopi. Disana keluhan petani sama, kelangkaan pupuk," ungkap mantan Ketua Komisi II DPRD Lampung Fraksi PKS ini.

"Saya tanya, berapa satu hektar kebutuhan pupuk untuk lahan kopi. Jawab mereka paling tidak 1,2 ton kebutuhan pupuknya dalam satu haktar selama dalam satu tahun," tutur Hantoni Hasan.

Namun fakta yang terjadi, berdasarkan informasi yang didapat dari petani kopi di Ulu Belu, mereka hanya mendapat pasokan pupuk sekitar 300 kilogram dari seharusnya 1,2 ton pupuk dalam satu hektarnya.

"Berarti ini kan hanya 25 persen dari keseluruhan kebutuhan pupuk dalam satu hektar. Dan antara pupuk subsidi dengan pupuk non subsidi ini harganya sangat jomplang. Bisa dua sampai empat kali lipat harganya," papar Hantoni.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved