Lampung Bangkit
Hantoni Hasan Menyebut Penanganan Anak Jalanan di Balam Perlu Melibatkan Banyak Pihak
Pihak-pihak tersebut, kata Hantoni Hasan, mesti duduk bersama mencari formulasi yang tepat menyelesaikan persoalan anak jalanan yang kian menjamur.
Juga termasuk para pak ogah yang kerap mangkal di u-turn atau putar arah jalanan.
Hantoni Hasan yang digadang-gadang bakal maju pada kontestasi Pilgub Lampung 2024 itu mengungkapkan, fenomena menjamurnya anak jalanan di sudut Kota Bandar Lampung akhir-akhir ini dilatarbelakangi banyak hal yang saling terkait.
Mulai dari faktor kemiskinan, tingkat pendidikan yang rendah, keluarga yang kurang harmonis, hingga faktor lingkungan sosial.
“Faktor-faktor ini menurut saya saling terkait, sehingga menimbulkan berbagai motif anak-anak tersebut turun ke jalanan,” papar Hantoni Hasan yang mengusung tagline Lampung Bangkit menuju Pilgub Lampung 2024 ini.
Dari sederet faktor itu, kata Hantoni Hasan, yang paling dominan adalah motif ekonomi.
Faktor ini kerap membuat sang anak mengindar dari kenyamanan di keluarga sehingga memilih turun ke jalanan untuk mengekspresikan diri secara bebas.
Pada tahap ini, kondisi psikologi sang anak rentan disusupi komunitas anak jalanan yang lain.
Puncak dari kondisi itu, anak-anak rentan di eksploitasi oleh oknum-oknum tertentu.
“Ketika di jalanan, anak-anak tersebut berinteraksi sosial dengan komunitas jalanan lainnya. Ini menyebabkan anak-anak tersebut memiliki lingkungan sosial negatife. Kondisi ini rawan untuk dieksploitasi oleh pihak-pihan tertentu,” papar Hantoni Hasan.
Karena itulah, Hantoni Hasan memandang, penanganan persoalan anak jalanan ini tidak Cuma mandek pada perspektif penertiban saja.
Para pemangku kepentingan harus pula melihat dan mengambil langkah dari berbagai perspektif lain.
“Jadi menurut saya, jangan hanya dilihat dari perspektif penertiban saja. Berikan ruang ekpresi untuk anak-anak juga harus dilakukan,” tandas Hantoni Hasan.
(Tribunlampung.co.id/endra zulkarnain)