Lampung Bangkit
Hantoni Hasan Menyebut Penanganan Anak Jalanan di Balam Perlu Melibatkan Banyak Pihak
Pihak-pihak tersebut, kata Hantoni Hasan, mesti duduk bersama mencari formulasi yang tepat menyelesaikan persoalan anak jalanan yang kian menjamur.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Bakal Calon Gubernur Lampung Hantoni Hasan memandang penanganan persoalan anak jalanan di Bandar Lampung perlu melibatkan banyak pihak.
Tidak hanya Pemkot Bandar Lampung, Hantoni Hasan memandang, pihak lainnya mulai aktivis kemanusiaan, sekolah, dan masyarakat perlu juga dilibatkan.
Pihak-pihak tersebut, kata Hantoni Hasan, mesti duduk bersama mencari formulasi yang tepat menyelesaikan persoalan anak jalanan yang kian menjamur di Kota Bandar Lampung.
“Pihak-pihak yang terlibat itu mesti bersinergi dengan Pemkot, bagaimana mencari formulasi untuk menangani persoalan sosial ini,” ungkap Hantoni Hasan yang digadang-gadang bakal maju di Pilgub Lampunf 2024 ini, Kamis (8/12/2022).
Sejauh ini, Hantoni Hasan menyebut, Kota Bandar Lampung secara regulasi sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2010 tentang pembinaan anak jalanan, gelandang, dan pengemis.
Kendati telah memiliki payung hukum, pembinaan anak jalanan tidak lantas tuntas.
Baca juga: Hantoni Hasan Blusukan Temui Warga dalam Gerakan Nasional PKS Menyapa
Baca juga: Hantoni Hasan Soroti Keluhan Petani di Ulu Belu Tanggamus yang Sulit Dapat Pupuk Subsidi
Keterbatasan sumber daya manusia atau SDM, dana, sarana dan prasarana masih menjadi kendala.
“Perda sudah cukup memadai, tapi memang pada tataran implemntasinya masih banyak hal yang perlu diperbaiki,” tandas pengusung tagline Lampung Bangkit ini.
Jangan Cuma Perspektif Penertiban
Bakal Calon Gubernur Lampung Hantoni Hasan menyoroti fenomena menjamurnya anak jalanan di setiap sudut Kota Bandar Lampung akhir-akhir ini.
Hantoni Hasan menilai, penanganan persoalan anak jalanan yang menjamur di Kota Bandar Lampung ini tidak melulu dilihat dari perspektif penertiban saja.
Namun lebih dari itu, menurut Hantoni Hasan, penanganan persoalan anak jalan harus juga ditangani dari perspektif lain.
Mulai dari perspektif pendidikan, layanan psikologi, pengentasan kemiskinan, dan lain sebagainya.
“Dan tak kalah penting, memberikan ruang ekspresi untuk anak-anak jalanan juga harus dilakukan. Ini penting untuk mengarahkan mereka ke arah lebih baik,” ungkap Hantoni Hasan kepada Tribunlampung.co.id, Kamis (8/12/2022).
Dalam konteks ini, anak jalanan yang dimaksud tidak hanya sebatas gelandang dan pengemis yang kerap terlihat di sudut lampu merah saja.