Kesehatan

Selektif Pilih Pasangan Bisa Jadi Cara Mencegah Terjadinya Kekerasan dalam Pacaran

Kekerasan dalam pacaran bisa dicegah dengan cara lebih selektif dalam memilih pasangan ketika memutuskan untuk pacaran.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Teguh Prasetyo
tribunlampung/jelita dini
Founder Biro Konsultasi Psikologi Hijau Pringsewu Lina Madila Amir, M.Psi, Psikolog jadi pembicara di Bincang Kesehatan Tribun Lampung, Kamis 8 Desember 2022. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pacaran adalah hubungan yang dilakukan pria dan wanita, dengan tujuan agar bisa saling mengenal satu sama lain sebelum pernikahan dilakukan. 

Founder Biro Konsultasi Psikologi Hijau Pringsewu Lina Madila Amir, M.Psi, Psikolog mengatakan, saat melakukan pacaran pasti segala sifat baik dan buruk akan ketahuan. 

Salah satu sifat buruk itu adalah KDP (kekerasan dalam pacaran), yang lebih sering dilakukan laki-laki.

"Tapi ada juga perempuan yang melakukan kekerasan dalam pacaran," kata Lina dalam Bincang Kesehatan, Kamis 8 Desember 2022.

Penyebab kekerasan dalam pacaran lebih sering karena cemburu dan curiga tanpa ada alasan yang jelas.

Baca juga: Komnas PA Bandar Lampung Catat 43 Kasus Kekerasan Anak di 2022, Tahun Lalu 34 Kasus

Kekerasan dalam pacaran paling banyak dalam bentuk kekerasan fisik, seperti dipukul, ditampar, ditendang, dan sebagainya.

Kekerasan dalam pacaran dalam bentuk kekerasan fisik ini, bisa dideteksi sebelum kekerasan ini terjadi.

Cara mendeteksinya dengan melihat perilaku pasangan ketika sedang marah, apakah dia melampiaskan marahnya hanya dengan kata-kata atau perbuatan.

Melampiaskan marah dengan perbuatan contohnya meninju tembok, membanting barang, dan sebagainya.

Jika dia melampiaskan marahnya dengan perbuatan harus hati-hati, sebab bisa jadi suatu saat dia melampiaskannya dengan melakukan kekerasan fisik terhadap pasangannya.

Selain itu kekerasan dalam pacaran juga bisa dalam bentuk kekerasan seksual, yang biasanya dilakukan dengan mengancam atau bujuk rayu.

"Bujuk rayu misalnya ayo kita melakukan hubungan seksual, nanti aku akan tanggung jawab kalau sampai hamil, tapi ketika pasangannya sudah hamil dia lari dan tidak mau tanggung jawab," ujar Lina.

Kekerasan dalam pacaran baik dalam bentuk kekerasan seksual maupun kekerasan fisik, bisa dilaporkan ke pihak yang berwajib sebagai perbuatan yang tidak menyenangkan.

Jika sudah mengalami kekerasan dalam pacaran, sebaiknya langsung putuskan hubungan pacaran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved