Berita Lampung

Pembangunan Jembatan Gantung di Pagar Dewa Lampung Barat Rampung, Aktivitas Kembali Normal

Diketahui jembatan gantung yang menghubungkan Pekon Pagar Dewa dengan Pekon Sukamulyo dibangun dikarenakan jembatan sebelumnya putus akibat banjir.

Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Bobby Zoel Saputra
Kondisi jembatan gantung sementara di Pekon Pagar Dewa, Kecamatan Sukau, Lampung Barat yang telah rampung dibangun, Jumat (9/12/20222). Pembangunan jembatan gantung di Pagar Dewa Lampung Barat rampung, aktivitas kembali normal. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Barat - Pembangunan jembatan gantung sementara di Pekon Pagar Dewa, Kecamatan Sukau, Lampung Barat akhirnya rampung, Jumat (9/12/2022).

Diketahui jembatan gantung yang menghubungkan Pekon Pagar Dewa dengan Pekon Sukamulyo dibangun dikarenakan jembatan sebelumnya putus akibat bencana banjir yang melanda beberapa waktu lalu.

Budi selaku Peratin Sukamulya mengatakan, jembatan gantung di Pekon Pagar Dewa itu selesai dibangun kemarin pukul 14.00 WIB dengan waktu pengerjaan 12 hari.

Ia menambahkan, proses pembangunan dilakukan oleh BPBD Lampung Barat bersama Vertical Rescue Indonesia dan dibantu secara swadaya oleh masyarakat Pekon Pagar Dewa dan Pekon Sukamulya.

“Pembangunan jembatan gantung sementara ini telah selesai dibangun kemarin jam dua siang, dan waktu pengerjaan juga sesuai target yaitu 12 hari,” kata Budi saat ditemui di lokasi jembatan.

“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada pihak pemkab yaitu BPBD Lampung Barat dan Vertical Rescue Indonesia yang telah membangun jembatan ini,” sambungnya.

Baca juga: Tanggamus Raih Juara Umum MTQ ke-49 Lampung, Tak Tergoyahkan 7 Tahun

Baca juga: Realisasi Serapan Anggaran Pringsewu Lampung Capai 82,60 Persen

Budi mengungkapkan, dengan telah dibangunnya jembatan tersebut, kini aktivitas masyarakat khususnya masyarakat Pekon Sukamulya yang sangat terdampak.

Pasalnya jembatan tersebut merupakan arus keluar masuknya masyarakat Pekon Sukamulyo untuk melakukan aktivitas termasuk mengirim hasil pertanian mereka ke pasar.

“Kini masyarakat sudah bisa menjalani aktivitas seperti biasanya, khususnya masyarakat Sukamulya ya,” ungkap Budi.

“Karena ini kan jembatan tadinya merupakan akses keluar masuk masyarakat Sukamulya, baik itu bekerja, sekolah, maupun mengirim hasil pertanian ke luar,” terusnya.

Budi pun mengakui, semenjak putusnya jembatan itu, pergerakan ekonomi untuk masyarakat Pekon Sukamulya sempat terhambat.

Sebab, masyarakat Pekon Sukamulya sudah tidak bisa lagi mengirimkan hasil-hasil produksi mereka ke luar dikarenakan akses jalan sudah tidak ada lagi.

“Semenjak putus kemarin perekonomian di sini khususnya masyarakat Sukamulyo sangat terhambat, bahkan terhenti,” ucap Budi.

“Karena kan ini memang jalan satu-satunya bagi kami untuk mengirimkan hasil-hasil produksi,” sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved