Berita Lampung
Diskes Metro Lampung Sebut dari Januari hingga Oktober 2022 Ada 25 Kasus Baru HIV
Diskes Kota Metro sebut sejak januari hingga oktober 2022 ada 25 kasus baru HIV.
Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: Dedi Sutomo
Ia mengatakan, untuk upaya pengobatan dilakukan dengan 2 upaya.
Upaya pertama adalah melaksanakan screening HIV di semua layanan Puskesmas dan RS pada suspek HIV.
"Untuk upaya kedua itu kami melakukan peningkatan akses layanan pengobatan HIV, Diskes Kota Metro membuka layanan perawatan dan dukungan pengobatan (PDP)," ujarnya
Untuk di Kota Metro sendiri, Redho memaparkan terdapat 6 layanan PDP.
Yaitu berada di RSUD Ahmad Yani, Puskesmas Ganjar Agung, Puskesmas Tejoagung, Puskesmas Iringmulyo, Puskesmas Purwosari, dan Puskesmas Karang Rejo.
Selain itu, lanjut dia, Diskes juga melakukan beberapa upaya pencegahan dan pengendalian HIV.
"Kami memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai HIV ke sekolah, lapas, masyarakat. Hal tersebut dapat mengedukasi masyarakat mengenai HIV tersebut," jelasnya.
Redho membeberkan bagaimana HIV dapat ditularkan kepada orang lain.
Baca juga: 32 Penderita HIV/Aids di Mesuji, Terbanyak di Kecamatan Simpang Pematang
Baca juga: Penderita HIV di Tanggamus Lampung 43 Pasien, Usia Terbanyak 30-39 Tahun
"HIV dapat ditularkan melalui darah, hubungan seksual beresiko, dan dari ibu ke anak (ASI)," bebernya.
Selain itu, ia mengharapkan masyarakat dapat lebih peka dan melakukan pengobatan di klinik kesehatan apabila merasa dirinya terjangkit HIV.
"Masalahnya saat ini masih tingginya stigma dan diskriminasi kepada penderita HIV, sehingga penderita malu utk memeriksakan kondisi kesehatannya," tuturnya.
"Selain itu kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit HIV juga menjadi kendala mengenai pentingnya memeriksakan diri ke klinik kesehatan tersebut," pungkasnya
(Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary)