Berita Lampung
BMKG Maritim Lampung Ingatkan Potensi Banjir Rob, Warga di Wilayah Pesisir Diminta Waspada
BMKG Maritim Lampung ingatkan warga dan nelayan yang tinggal di kawasan pesisir untuk waspada kondisi pasang maksimum.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Lampung mengingkatkan warga yang tinggal di kawasan pesisir dan juga para nelayan akan potensi pasang tinggi di Lampung pada 22-27 Desember 2022 mendatang.
BMKG Maritim Lampung menyebut ada 5 wilayah pesisir di Lampung yang berpotensi terdampak pasang tinggi.
Dijelaskan oleh Kepala BMKG Stasiun Maritim Lampung Raden Eko Sarjono, 5 wilayah pesisir di Lampung yang berpotensi terdampak pasang tinggi air laut yakni kawasan Pesisir Kota Bandar Lampung.
Lalu, daerah pesisir di Kabupaten Tanggamus, Pesisir Lampung Selatan, Pesisir Pesawaran, dan daerah pesisir Lampung Timur.
Pada periode 22-27 Desember 2022, 5 daerah pesisir tersebut dapat saja terjadi banjir rob akibat peningkatan ketinggian air laut.
Baca juga: BMKG Sebut Potensi Hujan Masih Akan Terjadi di Sebagian Wilayah Provinsi Lampung Sepekan ke Depan
Baca juga: Gempa Bumi 3,8 Magnitudo Guncamg Tapanuli Utara, BMKG Ingakan Potensi Susulan
"Nelayan atau warga yang tinggal di daerah kita diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya," kata Raden Eko dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (20/12/2022).
Ketinggian maksimum diprakirakan 1,5 meter hingga 1,6 meter.
"Kondisi ketinggian pasang surut tersebut harus diwaspadai oleh nelayan maupun warga yang beraktivitas di pesisir pantai," ujar dia.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Raden Eko, adanya pasang maksimum ini disertai dengan fase bulan baru dan fase perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) pada 26 Desember 2022.
Baca juga: BMKG Lampung Imbau Waspada Dampak Hujan Lebat 4 Hari ke Depan
Baca juga: Gempa Garut, BMKG Nyatakan Tak Berpotensi Tsunami
Hal itu berpotensi menyebabkan peningkatan ketinggian pasang air laut yang lebih signifikan.
Menurut Raden Eko, secara umum kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, bahkan bisa mengakibatkan terjadinya banjir rob.
"Seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir dan perikanan darat," paparnya.
BMKG Lampung sebelumnya juga mengungkap potensi hujan yang masih dapat terjadi di sebagian wilayah Lampung dalam dasarian II hingga III.
Kepala BMKG Lampung Kukuh Ribudiyanto mengatakan, berdasarkan prakiraan BMKG pada Desember 2022 hingga Januari 2023 merupakan puncak musim penghujan di Lampung.
"Dalam dasarian II maupun III tentu potensi hujan tetap dapat terjadi di sebagian wilayah Lampung," kata Kukuh.
Dia menuturkan, semakin mengarah ke Januari intensitas hujan diprakirakan semakin tinggi.
"Berdasarkan prakiraan 10 harian di dasarian II (11-20 Desember 2022), potensi hujannya sedang hingga tinggi," urainya.
Sementara pada dasarian III (21-31 Desember 2022), potensi hujannya cenderung sama dengan dasarian II.
"Masyarakat kita harapkan untuk meningkatkan kewaspadaannya," sambungnya.
Mengenai kapan waktu hujannya, diakui Kukuh dapat terjadi sewaktu-waktu baik dini hari, pagi, siang, sore, maupun malam hari.
Terkait musim puncak penghujan di Lampung belum terjadi merata di 15 kabupaten/kota.
Daerah yang terlebih dahulu memasuki puncak penghujan yakni Pesisir Barat atau wilayah bagian barat seperti Tanggamus pada November lalu.
Berikutnya di Desember 2022 puncak musim penghujan lebih dominan di wilayah timur hingga utara.
Seperti terjadi di Way kanan, Tulang Bawang Barat, Way Kanan, Lampung Tengah, Lampung Selatan bagian Utara dan sebagian wilayah Lampung Timur.
Pada Januari 2023, puncak musim penghujan diprakirakan terjadi di Mesuji, Tulang Bawang, Lampung Utara, Lampung Barat, Pringsewu.
"Termasuk Bandar Lampung, Lampung Selatan bagian selaran, sebagian wilayah Lampung Timur, hingga Pesawaran," ungkap Kukuh.
(Tribunlampung.co.id/Sulis Setia Markhamah)