Berita Lampung
Dapur Dif_able Pertama di Lampung, Chandra: Terinspirasi Kafe Sunyi Jakarta
Ini adalah Dapur Dif_able. Berada di pusat kota, tepatnya di Jalan Diponegoro, Kota Bandar Lampung.
Penulis: Gustina Asmara | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Fila (24) dan Elsa (20), menyambut pengunjung dengan menggunakan bahasa isyarat.
Sejurus pengunjung nampak bingung. Namun setelah melihat papan pengumuman di meja kasir, sang pengunjung langsung paham.
Di papan tertulis kalimat:
Dapur Dif_able
Salam
Kami Teman Tuli
Bicara:
- Baca gerak bibir
- Bahasa isyarat
- Handphone
Kalau mau pesan tulis didaftar menu
Bayar di kasir
Terima kasih
Dukung kami teman tuli
Datang lagi...Semoga Berkah.
Sang pengunjung pun langsung melihat daftar menu yang disodorkan dan menuliskan pesanannya.
Fila segera menuju dapur memasak menu yang dipesan. Sementara Elsa mempersilakan pengunjung untuk mencari tempat duduk yang nyaman.
Ini adalah Dapur Dif_able. Berada di pusat kota, tepatnya di Jalan Diponegoro, Kota Bandar Lampung. Lokasinya berada di samping kantor PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tanjungkarang.
Seperti namanya, tempat makan ini dikelola oleh kelompok difabel. Ada 6 orang plus satu koordinator yang seluruhnya merupakan teman-teman difabel tuli dan bisu.
Suasana di tempat makan ini begitu nyaman layaknya kafe kekinian di Kota Bandar Lampung. Desain interiornya pun tak kalah dengan kafe lainnya.
Terdapat beragam jenis tempat duduk tersedia di dalam Dapur Dif_able ini. Dinding-dinding diwarnai sejumlah lukisan yang menarik, terdapat rak buku dengan beragam buku di dalamnya.
Buku-buku bisa dibaca para pengunjung seraya menyantap makanan dan minuman seraya mengobrol.
Ruangan untuk makan pun tersedia pilihan. Ada indoor dengan pendingin ruangan dan outdoor ditemani pepohonan yang rindang. Suasana di dalam dan luar ruangan terasa begitu cozy (nyaman). Begitu nyamannya, hingga bisa membuat orang tahan berlama-lama di sana.
Menu-menu yang ditawarkan di Dapur Dif_able pun seperti menu kafe umumnya. Ada nasi goreng, pisang goreng, mi goreng, kentang goreng, cireng, dan banyak lagi. Pilihan minumannya pun sangat beragam.
Tribun Lampung berbincang-bincang dengan Fila dan Elsa belum lama ini. Hari itu pengunjung belum begitu ramai, sehingga keduanya bisa berbincang santai dengan Tribun.
Elsa bercerita, yang mengelola warung tersebut Heri, Rika, Dila, dirinya, Fila, dan Soni. Mereka semua bisu dan tuli. Kemudian Chandra selaku Ketua Dapur Dif_able.
Dalam menjalankan warung tersebut mereka membagi pekerjaan. Heri bertugas sebagai barista, Dila ksir, Elsa dan Sani pelayanan, Fila dan Rika sebagai juru masak. Warung ini buka setiap hari Senin sampai Sabtu pukul 09.30-17.00 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/DAPUR-DIFABLE.jpg)