Berita Lampung

Pemkab Pesisir Barat Lampung Tangani Tanggul Jebol di Sungai Way Laay

Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat Lampung mlakukan penanganan tanggul yang jebol di aliran sungai Way Laay akibat diterjang banjir beberapa waktu lal

Penulis: saidal arif | Editor: soni
Tribun Lampung / Saidal Arif
Penanganan tanggul Way Laay yang jebol di Pesisir Barat, Lampung (11/1/2023) 

Tribunlampung.co.id, Pesisir Barat - Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat Lampung mlakukan penanganan tanggul yang jebol di aliran sungai Way Laay akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu, Rabu (11/1/2023).

Jebolnya tanggul sungai Way Laay tersebut terjadi pada 14 November 2022 dan merusak lima rumah milik warga di Pekon Penengahan.

Penanganan tanggul di aliran sungai Way Laay tersebut langsung dipantau Bupati Pesisir Barat, Agus Istiqlal.

" Jika tidak langsung di tangani akan menimbulkan kerusakan lebih parah dan rumah warga semakin terancam," ucap Agus Istiqlal saat meninjau lokasi perbaikan tanggul, Selasa (10/1/2023).

Dijelaskanya, alat berat yang diturunkan tersebut merupakan milik Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

Pihaknya sengaja meminta bantuan kepada instansi terkait untuk menangani tanggul yang jebol di sungai Way Laay tersebut.

Sebab, alat berat milik BPJN itu sedang berada tidak jauh dari lokasi.

" Kita minta bantuan sama mereka, Alhamdulillah mereka tidak keberatan, kita minta agar aliran sungai ini dipindah agak ke tengah supaya menjauh dari pemukiman," jelasnya.

"Kita minta agar alat berat juga bekerja dengan maksimal dalam penanganan tanggul ini," sambungnya.

Sementara itu, Peratin Pekon Penengahan, Miftah Farid mengatakan, masyarakat sangat  berterima kasih atas usaha yang dilakukan Pemkab Pesisir Barat untuk memperbaiki tanggul yang jebol tersebut.

 " Masyarakat sangat berterima kasih kepada pemkab karena aliran sungai sekarang sudah agak ketengah tidak terlalu mepet lagi dengan rumah warga," ucapnya.

Baca juga: Warga Keluhkan Tanggul Jebol di Pesisir Barat Lampung Belum Diperbaiki 

Baca juga: Banjir di Tanggamus Lampung Akibat Tanggul Jebol, Puluhan Makam Porak-poranda

Hal tersebut kata dia, sesuai dengan harapan warga yang menginginkan agar tanggul yang jebol itu ditangani dan aliran sungai dipindah ketengah.

Sebelumnya, warga Pekon Penengahan Kecamatan Karya Penggawa mengeluhkan jebolnya tanggul sungai Way Laay yang hingga kini belum diperbaiki.

Jebolnya tanggul sungai Way Laay tersebut terjadi pada 14 November  lalu dan merusak lima rumah milik warga.

Pantauan Tribunlampung.co.id di lokasi tanggul jebol, saat ini kondisinya sangat memperhatinkan.

Sebab sudah mengancam pemukiman warga, terlebih lima rumah warga yang sebelumnya rusak akibat banjir sungai Way Laay beberapa waktu yang lalu.

Jarak sungai dengan rumah warga saat ini hanya sekitar satu meter.

Selain itu tanggul sungai Way Laay tersebut juga terus terkikis air sungai dan di khawatirkan akan terjadi erosi.

Hasanul, warga Pekon Penengahan, mengatakan, hingga kini belum ada langkah apapun dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat untuk menanggulangi tanggul yang jebol tersebut.

" Sejak terjadinya banjir bandang yang mengakibatkan tanggul ini jebol dan merusak lima rumah warga belum pernah ada penanggulangan yang dilakukan Pemerintah," Jelasnya. Jumat (9/12/2022).

 " Mereka hanya meninjau-meninjau aja waktu hari kejadian," sambungnya.

Dirinya khawatir akan terjadi lagi banjir apabila terjadi hujan deras dan kembali merusak rumah milik warga.

Sebab tanggul sungai tersebut sudah jebol dan tidak ada lagi penahan. 

Sehingga ketika terjadi banjir akan langsung menghantam ke pemukiman warga.

" Kami berharap kepada  Pemerintah agar segera melakukan perbaikan, minimal ada penanggulangan darurat," ucapnya.

" Paling tidak bisa memberikan perlindungan pada rumah warga yang sudah mengalami kerusakan,” lanjutnya.

Sementara itu Peratin Pekon Penengahan Miftah Farid mengatakan, dirinya sudah melakukan berbagai upaya agar tanggul yang jebol tersebut mendapatkan penangganan dari Instansi terkait.

" Tapi sampai saat ini belum juga ada penanggulangan dari Pemkab Pesisir Barat," jelasnya.

Pihaknya berharap DPUPR Pesisir Barat agar dapat segera melakukan penanganan darurat pada titik tanggul yang jebol tersebut.

Sehingga dapat menahan arus sungai Way Laay ketika terjadi banjir dan rumah warga tetap aman.

" Kami berharap ada alat berat yang di turunkan untuk membanggun tanggul darurat dan memindahkan aliran sungai agar lebih ketengah dan tidak terlalu dekat pemukiman warga,” katanya.

“ Dari lima rumah warga yang terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu itu satu rumah tidak bisa ditempati lagi karena kerusakannya mencapai 70 persen," Jelasnya.

" sedangkan empat rumah lainnya masih bisa tapi masih belum aman, untuk itu kami berharap agar tanggul ini segera ditangani agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah," sambungnya 

Menanggapi itu Kepala BPBD Pesisir Barat Mirza Sahri menanggapi dampak banjir jebolnya tanggul sungai Way Laay tersebut mengatakan, agar membuat laporan kepihaknya.

" Kita sudah sampaikan kepada Camat agar Peratin membuat laporan agar nanti kita teruskan ke DPUPR Pesisir Barat," kata dia.

Pihaknya bersama DPUPR Pesisir Barat sudah pernah meninjau lokasi tanggul yang jebol terus.

Mudah mudahan kata dia, dalam waktu dekat ini ada DPUPR bisa menganggarkan untuk menanggulanginya.

 "Kita memang darurat bencana tapi kita sama-sama tau APBD kita sangat kecil, anggaran tanggap darurat kita minim," bebernya.

" Tapi kami akan berusaha mudah-mudahan itu bisa segera ditanggulangi," sambungnya. ( Tribunlampung.co.id / Saidal Arif )


Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved