Berita Lampung

Akademisi Unila Pairulsyah Minta Orang Tua Kontrol Anaknya Cegah Geng Motor

Menurut Sosiolog Kriminolog Pairulsyah pengawasan orang tua kepada anaknya yang berusia remaja harus dilakukan setiap saat.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik yang juga Sosiolog Kriminolog Pairulsyah minta orang tua mengawasi anaknya saat usia remaja guna cegah kenakalan remaja. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unila yang juga Sosiolog Kriminolog Pairulsyah minta para orang tua mengontrol anak saat usianya sudah remaja

Menurut Sosiolog Kriminolog Pairulsyah pengawasan orang tua kepada anaknya yang berusia remaja harus dilakukan setiap saat. 

Peran orang tua dalam mengawasi anaknya yang remaja berguna untuk mencegah kenakalan remaja.

"Saya minta kepada orangtua harus tahu kapan mereka keluar sekolah dan pulang sekolah," kata Sosiolog Kriminolog Pairulsyah dalam virtual zoom bersama Tribun Lampung dengan materi pembahasan "Geng Motor di Lampung, Cuma Nakal atau Kriminal Terorganisir", Selasa (17/1/2023).

Ia mengatakan, orang tua harus mengontrol anaknya itu dengan tujuan agar anak itu bisa terjadwal aktivitasnya. 

"Maraknya kelompok remaja menggunakan motor hingga melakukan kriminalitas. Kalau saya tidak mau menyebutkan mereka geng motor, itu karena para remaja tersebut kurang dikontrol oleh orangtuanya," kata Pairulsyah yang sering disapa Bung Pay.

Ia mengatakan, orang tua itu jangan hanya mengontrol anak anaknya itu saat anak itu pulang dan tidur saja.

Bung Pay mengatakan, seharusnya orangtua itu tanya belajarnya apa saja saat di sekolah dan lainnya.

Sehingga menumbuhkan perhatian kepada anaknya.

Ia mengatakan, orang tua itu kunci dari keberhasilan anaknya kelak.

"Kalau orang tua itu selalu memperhatikan anak-anaknya maka tidak akan ada geng motor tersebut. Karena geng motor itu mereka ingin mencari jati diri mereka," kata Bung Pay.

"Atau bisa juga berkoordinasi dengan ibu PKK, bekerjasama menggelar kegiatan bersama Bhabinkamtibmas hingga Babinsa di wilayah-wilayah," kata Bung Pay.

Ia mengatakan, Bhabinkamtibmas juga bisa membuat kegiatan positif dan peta anggota masyarakatnya.

"Jadi setiap kepala keluarga itu ada anaknya berapa setiap kepala keluarga itu kegiatannya yang positif, sehingga bisa kontrol remaja," kata Bung Pay.

"Saya meminta masyarakat jangan membuat merek remaja itu dengan sebutan geng motor. Jangan dikasih merek geng motor, geng itu bermakna penjahat, bandit dan berandal," kata Bung Pay.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved