Berita Lampung
Pemasangan GPS Gajah Liar di Lampung Barat Ditunda, Tunggu Obat Bius
Pemasangan GPS Collar untuk gajah liar yang sering masuk ke permukiman warga Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) Lampung Barat tertunda.
Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id, Lampung Barat - Pemasangan GPS Collar untuk gajah liar yang sering masuk ke permukiman warga Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) sementara ini tertunda.
Sebelumnya, jadwal pemasangan GPS Collar untuk gajah liar yang berada di Lampung Barat dijadwalkan pada tanggal 6 hingga 10 Maret 2023.
Kepala Resort TNBBS Kecamatan Suoh, Lampung Barat, Sulki mengatakan, dikarenakan obat bius untuk gajah liar belum juga tiba, jadwal pemasangan GPS Collar ditunda.
“Rencananya, untuk pemasangan GPS Collar ini semula tanggal 6-10 Maret, namun di luar dugaan, jadwal tersebut malah meleset,” kata Sulki, Sabtu (11/2/2023).
“Karena saat ini kami masih harus menunggu beberapa alatnya, yaitu obat bius, alat tersebut sampai sekarang belum sampai,” sambungnya.
Baca juga: Penanganan Gajah Liar di Suoh Lampung Barat Terkendala Anggaran
Sulki menuturkan, karena hal tersebut, akhirnya tim pun memutuskan untuk menunda pemasangan GPS Collar untuk hewan berkuping lebar ini.
Untuk sementara, pemasangan itu pun diperkirakan akan dilakukan pada tanggal 11-15 Maret 2023 ini.
“Namun jadwal itu pun belum bisa dipastikan, bisa saja masih bisa meleset lagi, karena memang harus menunggu obat biusnya,” tutur Sulki.
“Jadi kita masih harus tunggu koordinasi dulu dari pimpinan terkait pemasangan GPS untuk gajah ini,” tambahnya.
Sulki menjelaskan, fungsi dari pemasangan GPS Collar untuk gajah ini ialah agar lebih mudah mengontrol dan memantau posisi gajah.
Karena yang diketahui, kawanan gajah liar tersebut kadang bergabung dan kadang berpisah.
“Jadi nanti ketika sudah terpasang, saat dilakukan penggiringan dan blokade, satgas lebih mudah melakukan tugasnya,” jelas Dia.
Selain itu, kata Sulki, pemasangan GPS Collar untuk gajah liar ini pun akan difokuskan pada kelompok gajah yang bernama kelompok Jambul.
Diketahui, gajah ini berjumlah 18 ekor dan terbagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok Bunga yang berjumlah 12 ekor, dan kelompok Jambul yang berjumlah 6 ekor.
“Saat ini kita akan fokuskan pemasangan GPS ini ke kelompok Jambul, karena kelompok Jambul ini sering berpisah dengan kelompok Bunga, dan sering merepotkan satgas,” kata Sulki.
Kejari Tetapkan 4 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Insentif Rp 2 M Satpol PP Lamsel |
![]() |
---|
Respons Anak Muda Lampung Soal Pro Kontra Royalti Lagu yang Diputar di Tempat Usaha |
![]() |
---|
Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Megathrust dan Tsunami |
![]() |
---|
Sekdaprov Lampung Lantik 2 Kadis, Saipul Pimpin Dinas PMDT, Hanita Nahkodai Dinas PPPA |
![]() |
---|
DPRD Bandar Lampung Sahkan Raperda APBD Perubahan 2025, Pendapatan Rp 3,3 Triliun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.