Perampokan Bank di Lampung

Polda Lampung Kejar 2 Rekan Pelaku Perampokan Bank di Lampung, Sudah Identifikasi

Ditreskrimum Polda Lampung telah mengantongi identitas dua pelaku yang terlibat aksi perampokan Bank Arta Kedaton Makmur Bandar Lampung.

|
Editor: Indra Simanjuntak
Tangkap Layar Rekaman CCTV Bank
Aksi seorang karyawan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Arta Kedaton Makmur, Bandar Lampung, Lampung, mengadang pelaku perampokan menjadi sorotan banyak pihak. BPR Arta Kedaton Makmur, Bandar Lampung disatroni perampok bersenjata api pada Jumat (17/3/2023). 

Diketahui, satu pelaku perampokan bernama Heri Gunawan alias HG merupakan warga Kelurahan Kampung Sawah, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung berhasil ditangkap.

Aksi perampokan bank Arta Kedaton Makmur di Teluk Betung Bandar Lampung mengakibatkan tiga korban mengalami luka tembak.

Adapun korban penembakan perampokan bank Arta Kedaton Makmur di Teluk Betung Bandar Lampung terdiri dari 2 orang satpam dan satu orang karyawan.

Pelaku perampokan Bank Artha Kedaton Makmur, Bandar Lampung, ternyata diketahui sebagai pribadi yang tertutup dan kurang bersosialisasi dengan warga sekitar.

Rumah mewah bercat putih dengan pagar rumah setinggi 2 meter lebih terlihat sepi dan tak ada aktivitas semenjak pelaku ditangkap atas perampokan bank.

Tak hanya rumah mewah, Heri Gunawan juga merupakan pengusaha toko sembako dan toko material bangunan di wilayah Natar, Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung.

Polresta Bandar Lampung telah melakukan penggeledahan rumah pengusaha material bangunan sabtu kemarin dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Warga di sekitar rumah pelaku mengaku kaget dan tidak menyangka jika Heri Gunawan pelaku perampokan Bank Artha Kedaton Makmur Bandar Lampung.

Reni, warga setempat mengatakan, HG telah berkeluarga namun masih tinggal bersama orang tuanya di rumah mewah tersebut.

"Ya kaget juga setelah tahu pelakunya anaknya Pak Picis,"

"Orangnya tertutup jadi banyak warga yang gak kenal dan tidak tahu " ujarnya dikutip dari Youtube Kompas TV.

Sementara saat diwawancarai Tribunlampung.co.id, Ketua RT 7 LK 3, Kelurahan Jagabaya 2, Way Halim, Bandar Lampung, Imam Khairudin membenarkan bahwa pelaku tinggal di wilayahnya.

Imam pun mengatakan bahwa keseharian keluarga pelaku tertutup dengan warga sekitar.

Menurut Imam, orangtua pelaku bernama Picis sudah lama tinggal di lingkungan tersebut

"Iya memang benar orangtuanyanya memang sudah lama tinggal di wialayah kami, sekitar 20 tahun lalu," imbuhnya

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved