Lampung Utara

Perempuan Paruh Baya Jadi Korban Penjambretan di Lampung Utara 

Korbannya kali ini Yaya (52), warga jalan Punai Indah RT 1 LK 1, kelurahan Tanjung Harapan, Kotabumi Selatan, Lampung Utara.

Penulis: anung bayuardi | Editor: soni
zoom-inlihat foto Perempuan Paruh Baya Jadi Korban Penjambretan di Lampung Utara 
Tribun Lampung/ Anung Bayuardi
Wanita paru baya di Lampung Utara korban penjambretan

Tribunlampung.co.id, Lampung Utara - Korban perempuan paruh baya jadi korban penjambretan di Lampung Utara, Minggu (14/5/2023).

Korbannya kali ini Yaya (52), warga jalan Punai Indah RT 1 LK 1, kelurahan Tanjung Harapan, Kotabumi Selatan, Lampung Utara.

Yaya menceritakan awalnya dua orang datang mengendarai motor.

Salah seorang dari mereka ke warung kelontongan miliknya bermaksud membeli korek.

“Sudah saya kasih korek langsung pergi ke tempat kawannya diatas motor,” katanya, Senin (15/5/2023).

Tetiba pelaku tersebut kembali lagi ke warung kelontongan miliknya.

“Bu ada minuman dingin,” kata pelaku yang ditirukannya.

Dirinya meminta minuman dingin sebanyak tiga gelas.

“Ku kasih tiga gelas minuman dingin,” katanya.

Baca juga: Antisipasi Jambret, Jajaran Polres Lampung Tengah Polda Lampung Pantau Pusat Perbelanjaan

Ia sempat mengambil plastik untuk bungkus minuman tersebut.

“Abis itu saya mau ambil pipet, langsung dia narik kalung,” ujarnya.

Tetapi dirinya sempat menepis tangan pelaku menggunakan tangannya.

Kali keduanya pelaku menarik kembali kalung yang ada di lehernya.

“Karena sempat ditepis juga yang kali kedua pelaku narik kalung tapi putus,” jelas dia.

Kemudian pelaku langsung bergegas menuju rekannya yang diatas motor dan langsung tancap gas.

Baca juga: Dua Jambret di Kota Agung Ditangkap Polres Tanggamus Polda Lampung

“Pelaku orang dua. Satu yang ngambil itu oranya tinggi kecil. Artinya tidak gemuk. Tapi yang bonceng itu anak masih SMA,” ujar dia.

Dia pun sempat melakukan pengejaran, karena kalah cepat keduanya kendarai motornya ke arah pasar Pagi Kotabumi.

Kejadian terjadi pada Minggu (14/5/2023) sekitar pukul 11.00 WIB.

Aksi tersebut juga terekam kamera CCTV milik tetangganya.

Saat peristiwa berlangsung memang tidak ada yang menolong.

Hal ini dikarenakan ada pesta di lingkungannya.

“Saya juga sudah didatangi anggota Polisi, mau laporan apa tidak,” ujarnya seraya mengatakan mengambil keputusan untuk tidak melaporkan kejadian itu ke aparat kepolisian dikarenakan sedang berdagang.

Usai kejadian, dirinya langsung ke toko emas yang ada dipasar pagi.

Disana ia menimbang berat kalung yang tersisa dari penjambretan seberat 7,5 gram.

“Berat kalung saya ada 15 gram. Terus bandulnya ada 2 gram. Jadi yang diambil jambret 7,5 gram,” jelasnya.

Harapannya jika ada yang menjual emas dengan model yang sama dengan miliknya dapat menghubunginya atau keluarganya. 

Kejadian ini juga tidak diketahui oleh suaminya, sebab suaminya masih sakit.


( Tribunlampung.co.id / Anung Bayuardi )


Yaya korban penjambretan jelaskan kronologi peristiwa penjambretan yang dialaminya, Senin (15/5/2023).

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved